SLEMAN — Prabowo dan Modi Kunjungi Candi Prambanan, Perkuat Hubungan Sejarah Indonesia-India

Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi mengunjungi Kompleks Candi Prambanan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pad

Jul 09, 2026 - 00:26
0 1
SLEMAN — Prabowo dan Modi Kunjungi Candi Prambanan, Perkuat Hubungan Sejarah Indonesia-India

Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi mengunjungi Kompleks Candi Prambanan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu (8/7). Kunjungan ini bukan sekadar wisata kenegaraan, melainkan simbol pengakuan atas benang merah peradaban yang telah menghubungkan Nusantara dan anak benua India sejak lebih dari 1.200 tahun silam. Kedua pemimpin berjalan berdampingan di antara candi-candi menjulang, mengamati relief Ramayana yang terpahat di dinding batu andesit. Prambanan, candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9, dinilai menjadi panggung diplomasi budaya yang kuat di tengah upaya kedua negara memperdalam kerja sama strategis.

Dari sudut pandang sains dan pelestarian, candi ini menyimpan potensi kolaborasi teknologi yang besar. Tim ahli dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY telah memulai proyek pemindaian 3D menggunakan LiDAR (Light Detection and Ranging) untuk merekam setiap detail candi secara digital. Inisiatif ini membuka peluang bagi India, yang memiliki pengalaman luas dalam digitalisasi warisan budaya seperti Taj Mahal dan Kuil Khajuraho, untuk berbagi teknologi dan metodologi. “Digital twins berbasis AI bukan lagi masa depan, melainkan kebutuhan agar generasi mendatang bisa mengakses situs-situs rentan tanpa harus merusak fisiknya,” ujar Dr. Aruna Iyer, pakar arkeologi digital dari Indian Institute of Technology.

Warisan Genetik Arsitektur dan Peluang Kolaborasi Sains

Kemiripan arsitektur candi Prambanan dengan kuil-kuil Dravida di India Selatan bukanlah kebetulan. Penelitian mutakhir menggunakan pemetaan geokimia batuan menunjukkan bahwa teknik mortar kuno serta komposisi mineral di kedua situs memiliki kesamaan yang mencolok. Kini, laboratorium bersama antara Universitas Gadjah Mada dan Indian Institute of Science tengah dikaji untuk menganalisis pelapukan batu dan mencari formula konsolidasi berbasis nanoteknologi. Ini adalah contoh konkret bagaimana sejarah kuno bisa menjadi jembatan bagi riset sains material kontemporer.

Angka di Balik Hubungan Modern Indonesia-India

Di luar romantisme sejarah, kunjungan ini menegaskan betapa erat hubungan ekonomi dan teknologi kedua negara. Data Kementerian Luar Negeri menunjukkan lonjakan signifikan dalam berbagai indikator utama.

Indikator 2020 2024 Kenaikan
Volume perdagangan bilateral US$ 18,5 miliar US$ 30,2 miliar 63%
Investasi India di Indonesia US$ 400 juta US$ 2,1 miliar 425%
Wisatawan India ke Indonesia 148.000 528.000 257%
Proyek riset bersama (sains & teknologi) 12 34 183%

Angka-angka ini menjadi fondasi bagi kemitraan yang lebih ambisius. Salah satunya adalah rencana pembangunan pusat inovasi AI untuk preservasi warisan budaya yang akan didanai bersama melalui skema Indonesia-India Digital Partnership. Jika terealisasi, pusat ini akan menjadi yang pertama di Asia Tenggara yang secara khusus memadukan machine learning dengan arkeologi. “Kita sedang memasuki era di mana data kuno bertemu dengan algoritma modern,” komentar Prof. Baskoro Pramudito, pakar informatika kebumian dari UGM.

Kunjungan ke Prambanan juga menjadi sinyal bahwa diplomasi budaya tetap relevan sebagai katalisator inovasi. Di tengah kompetisi geopolitik global, Indonesia dan India memilih merajut benang masa lalu untuk merancang masa depan berbasis sains dan teknologi. Dengan total populasi gabungan lebih dari 1,7 miliar jiwa, kolaborasi ini bukan hanya soal dua negara, melainkan tentang poros peradaban baru di Asia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User