BANDUNG — Juru Parkir Tewas Dihantam Batu, Tersinggung Ajakan Berkelahi
Aroma gerimis yang baru saja reda masih tertinggal di udara ketika seorang petugas keamanan yang berjaga tak jauh dari simpang Jalan Surapati, Kota Bandung
Aroma gerimis yang baru saja reda masih tertinggal di udara ketika seorang petugas keamanan yang berjaga tak jauh dari simpang Jalan Surapati, Kota Bandung, dikejutkan oleh sesosok tubuh yang terkulai di bawah redup lampu jalan. Pada pukul 21.30 WIB, Selasa malam (7/7/2026), warga dan pengguna jalan yang pertama kali melintas mendapati pria paruh baya itu tergeletak bersimbah darah. Tubuh yang kesehariannya mengatur lalu-lalang kendaraan sebagai juru parkir itu terbujur kaku—korban perselisihan yang berakhir lebih cepat dari hitungan tarif parkir yang biasanya ia pungut.
Korban, diketahui belakangan berinisial R (40 tahun), adalah sosok yang tidak asing bagi pedagang kaki lima dan pemilik warung di sekitar Jalan Surapati. Malam naas itu, keheningan rutinitas parkirnya pecah oleh sebuah kata-kata yang menyulut api kemarahan. Tersinggung diajak berkelahi oleh seseorang yang hingga kini identitasnya masih diburu, R bereaksi—dan dalam sekejap, sebuah batu sebesar genggaman orang dewasa menghantam kepalanya. Nyawa yang selama empat dekade mencari nafkah dari receh parkir itu lenyap begitu saja, meninggalkan duka yang merayap di trotoar yang selama ini ia jaga.
Rekontruksi: Lontaran Penghinaan Menjadi Batu Maut
Dari keterangan yang dihimpun aparat, peristiwa bermula ketika seorang pria tak dikenal mendekati R yang saat itu tengah bertugas di area parkir simpang Jalan Surapati. Bukan soal tarif atau posisi kendaraan, melainkan sebuah ajakan berkelahi terlontar. Rupanya, kalimat itu mengandung ejekan dan penghinaan yang membuat R terpancing. Saksi yang berada di lokasi, yang enggan disebutkan namanya, mendengar suara cekcok meninggi. "Mereka sempat dorong-dorongan. Tiba-tiba, orang itu ambil batu dari pinggir jalan, langsung dihantamkan ke kepala korban," ujar seorang petugas SPBU terdekat yang dimintai keterangan.
Tim Inafis Polrestabes Bandung yang tiba setengah jam setelah laporan masuk menemukan luka terbuka di bagian temporal kepala korban, yang menurut keterangan awal menjadi penyebab kematian. Tidak ditemukan barang-barang korban yang hilang, menguatkan dugaan bahwa motif murni karena percekcokan dadakan. Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton, menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku.
"Kami sudah mengantongi ciri-ciri terduga, termasuk arah pelariannya. Ini bukan perampokan—ini murni penganiayaan berat yang berakibat kematian karena faktor emosi sesaat. Kami imbau pelaku untuk segera menyerahkan diri,"tegasnya dalam konferensi pers Rabu pagi (8/7).
Rentan di Garis Depan: Jukir sebagai Pekerja Informal yang Tak Terlindungi
Hilangnya nyawa R bukan sekadar statistik kriminal jalanan. Ini adalah potret buram betapa pekerja sektor informal—terutama juru parkir—berada di garis depan gesekan sosial tanpa proteksi apa pun. Berdasarkan data Jaringan Advokasi Pekerja Informal Perkotaan (JAPIP), selama semester pertama 2026 tercatat setidaknya 14 insiden kekerasan yang menimpa juru parkir di wilayah Bandung Raya, mulai dari intimidasi, pemukulan, hingga perampasan paksa. Kasus di Jalan Surapati menjadi yang pertama merenggut nyawa tahun ini.
Para juru parkir seperti R bekerja dengan modal kepercayaan dan keberanian, dalam lanskap parkir yang seringkali abu-abu secara regulasi. Mereka berhadapan dengan pengendara yang kadang enggan membayar, preman pasar yang ingin menguasai lahan, serta minimnya pengawasan keamanan. "Kami ini hanya cari makan, tapi kadang harus siap mental kayak di medan perang," ujar Jajat (45), rekan sesama juru parkir yang bertugas di jalan berbeda dan terlihat berlinang air mata saat mendengar kabar kematian R.
Mencegah Dendam Jalanan: Imbauan dan Deteksi Dini Konflik
Menanggapi peristiwa ini, Polrestabes Bandung akan menggelar patroli dialogis di kawasan rawan konflik, termasuk titik-titik parkir padat yang kerap memunculkan gesekan. Pihak kepolisian juga bekerja sama dengan Dinas Perhubungan untuk mendata para juru parkir dan membekali mereka dengan pelatihan deteksi dini serta prosedur pelaporan cepat melalui tombol darurat di aplikasi yang sedang dikembangkan.
"Kunci pencegahan bukan hanya penindakan, tapi memutus rantai konflik sebelum eskalasi. Kami ingin para juru parkir bisa bekerja dengan rasa aman—mereka adalah bagian vital dari sistem mobilitas kota,"tambah AKBP Anton.
Jenazah R telah diserahkan kepada pihak keluarga di kampung halamannya di Kecamatan Cibiru. Sebuah vas bunga sederhana kini diletakkan oleh rekan-rekannya di tiang dekat tempat ia biasa berdiri, sebagai pengingat bahwa di bawah lampu jalan itu pernah ada seseorang yang menjaga kendaraan kita—namun tak mampu menjaga dirinya sendiri dari amarah yang membatu.
Comments (0)