Kolaborasi Kemenimipas-Kemenkes, Kick Off Nasional Cek Kesehatan dan Skrining TBC Gratis bagi Warga Lapas

Cilacap – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menandai babak baru pelayanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan dengan menggelar kick

Jul 06, 2026 - 13:28
0 0
Kolaborasi Kemenimipas-Kemenkes, Kick Off Nasional Cek Kesehatan dan Skrining TBC Gratis bagi Warga Lapas

Cilacap – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menandai babak baru pelayanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan dengan menggelar kick off nasional cek kesehatan gratis dan skrining tuberkulosis (TBC) bagi warga binaan di seluruh Indonesia. Acara yang dipusatkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, pada Senin (29/6/2026) ini menjadi simbol kolaborasi dua kementerian dalam menyasar kelompok rentan yang selama ini kerap luput dari deteksi dini penyakit menular.

“Hari ini kita dapat berkumpul dalam kegiatan kick off nasional cek kesehatan gratis dan skrining tuberkulosis bagi warga binaan pemasyarakatan yang dilaksanakan pada tahun 2026,” ujar Menteri Imipas Agus Andrianto di hadapan para pemangku kepentingan.

Agus menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata dukungan Kemenimipas terhadap program hasil terbaik dan cepat Presiden Prabowo Subianto. Fokus utamanya, selain mendeteksi dini beragam penyakit, adalah mempercepat eliminasi tuberkulosis di Indonesia yang ditargetkan tuntas pada 2030. “Lapas dan rutan menjadi salah satu kantong yang perlu kita intervensi serius karena faktor kepadatan dan mobilitas penghuninya yang terbatas,” tambahnya.

Lapas Jadi Titik Strategis Penanggulangan TBC

Lingkungan pemasyarakatan memang kerap disebut sebagai hotspot penularan tuberkulosis. Keterbatasan ventilasi, hunian yang padat, serta minimnya akses layanan kesehatan preventif membuat risiko penularan di dalam lapas jauh lebih tinggi dibandingkan populasi umum. Program cek kesehatan gratis yang diluncurkan kali ini tidak hanya terpaku pada skrining TBC, tetapi juga menyasar penyakit tidak menular, status gizi, dan kesehatan jiwa warga binaan.

Kemenkes akan menurunkan tim teknis dan menyediakan alat uji cepat, sementara Kemenimipas bertugas menyediakan akses dan mendata warga binaan yang akan diperiksa. “Kami ingin memastikan bahwa sebelum seseorang keluar dari lapas, kesehatannya sudah terpantau dan jika ditemukan positif TBC, pengobatan bisa segera dimulai,” kata seorang pejabat Kemenkes yang hadir dalam acara tersebut.

Dari Nusakambangan untuk Indonesia

Pemilihan Lapas Nusakambangan sebagai lokasi kick off bukan tanpa alasan. Pulau yang menjadi kompleks pemasyarakatan terbesar di Indonesia ini merepresentasikan tantangan nyata pengelolaan kesehatan di balik tembok lapas. Keberhasilan program di sini diharapkan menjadi model yang bisa direplikasi di 526 unit pelaksana teknis pemasyarakatan di seluruh tanah air.

Setelah acara seremonial, puluhan warga binaan langsung menjalani pemeriksaan kesehatan, mulai dari penimbangan berat badan, pengukuran tekanan darah, hingga pengambilan sampel dahak untuk tes TBC. Data dari Kemenkes menyebutkan, prevalensi TBC di lapas diperkirakan empat hingga enam kali lebih tinggi daripada populasi umum, sehingga langkah intervensi terstruktur seperti ini dinilai sangat mendesak.

Kolaborasi Kemenimipas dan Kemenkes ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memutus mata rantai penularan TBC dan mewujudkan Indonesia bebas tuberkulosis pada 2030. Seluruh warga binaan akan mendapatkan layanan setara tanpa dipungut biaya sepeser pun, mempertegas prinsip bahwa kesehatan adalah hak setiap warga negara, termasuk mereka yang sedang menjalani masa hukuman. Dilaporkan oleh Terdepan.id.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fahmi-reza

Reporter Startup. Reporter startup dan ekosistem pendanaan.

Comments (0)

User