Kebun Sawit Milik Negara di Aceh Utara Dijarah, Kerugian Tembus Miliaran Rupiah
Aceh Utara - Aset perkebunan negara kembali menjadi korban aksi penjarahan. Kali ini, kebun sawit milik PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) yang berlokasi di wilayah Cot Girek, Kabupaten Aceh Utar
Aceh Utara - Aset perkebunan negara kembali menjadi korban aksi penjarahan. Kali ini, kebun sawit milik PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) yang berlokasi di wilayah Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, mengalami pencurian tandan buah segar (TBS) secara masif dalam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan laporan yang dihimpun Terdepan.id, aksi terorganisir ini telah mengakibatkan kerugian finansial mencapai miliaran rupiah.
Penjarahan yang terjadi secara terus-menerus tersebut tidak hanya menggerus pendapatan perusahaan pelat merah itu, tetapi juga mengancam keberlangsungan operasional kebun secara keseluruhan. Hilangnya TBS dalam jumlah besar membuat target produksi perkebunan sulit tercapai.
Kepala Sub Bagian Kesekretariatan dan Humas PTPN IV, Abdul Chalid, mengonfirmasi langsung kejadian tersebut kepada Terdepan.id. Pihak manajemen menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi yang semakin merugikan ini.
"Memang benar aksi penjarahan di Kebun Cot Girek telah berdampak signifikan terhadap pendapatan perusahaan sebagai perusahaan negara dan juga masyarakat setempat yang menjadi petani sawit sekaligus pekerja kebun. Kami cukup prihatin atas kondisi tersebut dan berharap permasalahan ini dapat segera diselesaikan sehingga produktivitas kebun kembali pulih dan kesejahteraan masyarakat dapat terjaga,"
Abdul menegaskan bahwa dampak dari penjarahan ini multidimensi. Selain merugikan neraca keuangan BUMN perkebunan tersebut, aksi ini juga memukul perekonomian warga sekitar yang menggantungkan hidup sebagai petani plasma dan pekerja harian di kebun. Ketika produksi legal menurun akibat pencurian, pendapatan masyarakat sekitar pun ikut tertekan.
Pihak manajemen kini tengah berupaya mencari solusi komprehensif untuk menghentikan aksi penjarahan ini, sekaligus memulihkan kondisi sosial-ekonomi di sekitar area perkebunan. Diharapkan, dengan adanya penanganan serius, produktivitas Kebun Cot Girek dapat kembali normal dan mampu memberikan kontribusi optimal bagi pendapatan negara serta kesejahteraan masyarakat lokal.
Comments (0)