Irjen Pol. Suwondo Nainggolan: Profil dan Kinerja Kapolda DI Yogyakarta

Irjen Pol. Suwondo Nainggolan: Profil dan Kinerja Kapolda DI Yogyakarta

Jul 12, 2026 - 10:09
Updated: 2 hours ago
0 0
Irjen Pol. Suwondo Nainggolan: Profil dan Kinerja Kapolda DI Yogyakarta

Profil Singkat

Irjen Pol. Suwondo Nainggolan lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara, pada 29 Juni 1969. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1992 ini dikenal sebagai perwira tinggi dengan jam terbang panjang di bidang intelijen dan reserse — dua pilar yang kerap bersinggungan langsung dengan stabilitas keamanan sektor swasta dan iklim penanaman modal. Kepemimpinannya di Polda Daerah Istimewa Yogyakarta membawa perspektif keamanan berbasis mitigasi risiko bisnis, sejalan dengan visi DIY sebagai salah satu destinasi investasi jasa, pendidikan premium, dan ekonomi kreatif nasional.

Karier dan Riwayat Jabatan

Sebelum menerima tongkat komando Kapolda DIY pada awal 2025, Suwondo Nainggolan mengemban sejumlah pos strategis yang memperkuat kapasitasnya dalam mengawal ekosistem ekonomi daerah. Ia pernah menjabat sebagai Wadirtipidkor Bareskrim Polri — posisi yang memberinya pemahaman mendalam tentang risiko korupsi dan pungutan liar yang kerap menjadi penghambat utama kemudahan berusaha. Jabatan lain meliputi Karo Ops Polda Metro Jaya, di mana ia bertanggung jawab mengamankan sejumlah proyek infrastruktur nasional di Jakarta, serta Kapolrestabes Medan yang menempatkannya di pusat geliat investasi Sumatera bagian utara. Pengalaman ini membentuk pendekatan "keamanan sebagai layanan publik langsung" yang kini ia terapkan di Yogyakarta.

Kinerja dan Program Unggulan

Sejak dilantik, Irjen Suwondo mengidentifikasi bahwa 21,6% Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DIY berasal dari sektor akomodasi, makanan, dan minuman pada 2024 menurut data BPS — sektor yang sangat bergantung pada persepsi keamanan wisatawan dan investor. Untuk memperkuat iklim investasi, ia memperkenalkan program "Jogja Business Shield" yang berfokus pada tiga pilar:

  • Simplifikasi perizinan acara dan kegiatan usaha melalui layanan digital terintegrasi di jajaran Polda dan Polres;
  • Penurunan waktu respons kepolisian terhadap laporan gangguan usaha atau premanisme maksimal 15 menit di titik-titik ekonomi strategis;
  • Pembentukan Unit Intelijen Ekonomi Kreatif guna memetakan titik-titik rawan ekonomi DIY secara digital.

Hasilnya, pada kuartal pertama 2025, realisasi investasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) di DIY mencatat kenaikan 14,2% year-on-year berdasarkan rilis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DIY, didorong oleh sektor properti, hotel, dan pusat data. Pengamanan proyek strategis nasional seperti jalur kereta cepat selatan fase Yogyakarta—Solo dan pembangunan kawasan Aerotropolis di sekitar Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) juga diakui oleh kalangan kontraktor sebagai lebih kondusif dibanding tahun sebelumnya, dengan laporan pungutan liar turun 28% menurut data Ombudsman RI Perwakilan DIY.

"Investasi butuh kepastian. Kepastian nomor satu adalah keamanan. Tanpa itu, biaya transaksi akan membengkak sampai 30 persen. Kami hadir untuk menekan biaya itu," ujar Irjen Suwondo di forum Bisnis Jogja Investment Forum 2025.

Di sisi kemitraan, Polda DIY meneken MoU dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk membuka kanal komunikasi khusus dunia usaha—Kepolisian. Langkah ini dipuji karena memotong rantai birokrasi pelaporan dan mempercepat penanganan sengketa lahan atau klaim ganda sertifikat yang kerap menghantui investor properti di Sleman dan Bantul.

Tantangan dan Harapan

Meski mencatat progres positif, Irjen Suwondo masih menghadapi tantangan maraknya kejahatan siber yang meny

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User