Kala Prabowo Menyambut Ragam Usulan Profesor dan Rektor Indonesia

Presiden Prabowo Subianto menghadiri langsung penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu

Jul 06, 2026 - 13:32
0 0
Kala Prabowo Menyambut Ragam Usulan Profesor dan Rektor Indonesia

Presiden Prabowo Subianto menghadiri langsung penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu (28/6/2026). Kehadiran Prabowo pada sesi pamungkas ini menjadi kelanjutan dari peran beliau yang juga membuka rangkaian acara bergengsi tersebut beberapa hari sebelumnya.

Forum yang berlangsung intensif itu mempertemukan para guru besar, rektor, dekan dari berbagai universitas terkemuka, serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan para pejabat tinggi negara. Para pemangku kepentingan akademik dan pemerintahan ini berkumpul untuk membahas arah kebijakan sains dan teknologi nasional. Melalui diskusi mendalam, mereka merumuskan sejumlah usulan strategis yang kemudian diserahkan langsung kepada Presiden pada sesi penutupan.

Suara Kampus, Langsung ke Istana

Para akademisi menyampaikan beragam usulan yang mencakup penguatan ekosistem riset, percepatan hilirisasi inovasi, peningkatan alokasi beasiswa, serta pengembangan infrastruktur laboratorium. Semua aspirasi itu tertuang dalam dokumen resmi yang diterima Prabowo di hadapan peserta forum.

"Saya mendengar langsung, dan catatan dari para profesor ini akan menjadi bagian dari evaluasi kebijakan kami ke depan. Tidak ada lagi sekat antara kampus dan kebijakan negara," ujar Prabowo dalam sambutannya.

Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari hadirin yang memenuhi ruang utama JCC. Forum KSTI sendiri memang dirancang sebagai wahana dialog langsung antara pemerintah dan komunitas ilmiah, sehingga usulan yang muncul bukan sekadar wacana, melainkan langsung tercatat dalam agenda prioritas nasional.

Tindak Lanjut Konkret: Beasiswa dan Dana Riset dari Laba BUMN

Salah satu sorotan utama yang terkonfirmasi adalah respons cepat Presiden terhadap usulan pembiayaan pendidikan dan riset. Berdasarkan informasi yang dihimpun Terdepan.id, Prabowo menyatakan kesiapannya menindaklanjuti aspirasi para profesor, khususnya mengenai skema beasiswa dan pendanaan riset yang bersumber dari keuntungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Keputusan itu sekaligus menjawab kegelisahan dunia akademik selama ini terkait keterbatasan anggaran penelitian. Dengan mengalokasikan sebagian laba BUMN untuk beasiswa dan dana riset, pemerintah membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa dan peneliti untuk berkontribusi dalam pembangunan berbasis ilmu pengetahuan.

Seorang rektor yang hadir dan enggan disebutkan namanya mengaku optimistis langkah tersebut akan mengubah wajah riset di Indonesia. "Bukan hanya jumlahnya, tetapi mekanisme penyaluran yang transparan menjadi kunci. Kami berharap ini bukan sekadar janji," tuturnya kepada awak media di sela acara.

Rangkaian KSTI 2026 sendiri akan terus dipantau tindak lanjutnya oleh tim khusus yang dibentuk lintas kementerian. Komitmen Prabowo untuk menyambut ragam usulan para intelektual ini diharapkan menjadi titik awal kolaborasi lebih erat antara pemerintah dan dunia akademik dalam mewujudkan Indonesia yang berdaya saing melalui sains dan teknologi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fahmi-reza

Reporter Startup. Reporter startup dan ekosistem pendanaan.

Comments (0)

User