Kakek di Lampung Bacok Tetangga, Ngaku Halusinasi Lihat Korban Kayak Genderuwo

Seorang kakek berusia 75 tahun bernama Hadi Suyipto alias Kelik di Kabupaten Lampung Utara, Lampung, nekat membacok tetangganya menggunakan senjata tajam hingga korban mengalami luka parah. Aksi brut

Jul 06, 2026 - 14:07
0 0
Kakek di Lampung Bacok Tetangga, Ngaku Halusinasi Lihat Korban Kayak Genderuwo

Seorang kakek berusia 75 tahun bernama Hadi Suyipto alias Kelik di Kabupaten Lampung Utara, Lampung, nekat membacok tetangganya menggunakan senjata tajam hingga korban mengalami luka parah. Aksi brutal ini terjadi pada Senin (22/6/2026) sore dan sontak menggegerkan warga sekitar. Dari pengakuan awal yang diterima pihak kepolisian, pelaku mengaku mengalami halusinasi yang membuatnya melihat korban sebagai sosok misterius Genderuwo.

Melihat Korban Seperti Hantu Genderuwo

Kasatreskrim Polres Lampung Utara AKP Ivan Roland Kristofel, dalam keterangan yang diterima media kami, Selasa (23/6/2026), mengungkapkan bahwa Hadi mengaku halusinasi. “Kalau dari pengakuan pelaku, dia ngaku halusinasi. Dia bilang melihat korban ini seperti Genderuwo atau hantu, jadi dia langsung menyerang korban dengan senjata tajam itu,” ujar AKP Ivan. Korban yang merupakan tetangga dekat pelaku mengalami luka bacok serius di beberapa bagian tubuh dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Warga sekitar yang mendengar keributan segera melumpuhkan Hadi dan menyerahkannya ke polisi beserta barang bukti sebilah parang yang digunakannya.

Mitos Genderuwo dan Kondisi Kejiwaan Pelaku

Genderuwo dalam mitologi Jawa dikenal sebagai makhluk besar berbulu yang menyeramkan, dan keyakinan terhadap keberadaannya masih cukup kuat di sebagian masyarakat pedesaan. Berdasarkan laporan yang dihimpun oleh Terdepan.id, polisi kini tengah mendalami kondisi mental pelaku yang sudah berusia lanjut. Tim penyidik akan melibatkan ahli psikologi untuk memeriksa apakah Hadi benar-benar mengalami gangguan jiwa, atau pengakuan halusinasi itu hanya dijadikan alibi untuk menghindari jerat hukum. “Kami akan melakukan pemeriksaan psikologis terhadap pelaku. Ini penting untuk mengungkap apakah halusinasi itu murni gangguan jiwa atau hanya alibi,” imbuh AKP Ivan.

Kasus ini menjadi peristiwa langka yang menghubungkan gangguan mental pada lansia dengan mitos lokal. Banyak masyarakat yang berharap agar kejadian serupa tidak terulang, terutama dengan memperhatikan kondisi kesehatan jiwa para lansia di lingkungan sekitar. Hingga kini, korban masih menjalani perawatan medis, dan pihak kepolisian terus melakukan pendalaman untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai fakta yang terungkap.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
suwandi-tan

Editor Bisnis. Editor isu korporasi, M&A, dan sektor riil.

Comments (0)

User