Jakarta — Prabowo: Demokrasi Sistem Terbaik Meski Penuh Tantangan

Bayangkan demokrasi sebagai sebuah sistem operasi sosial—kompleks, rawan bug, namun tetap menjadi platform paling canggih yang pernah dibangun umat manusia

Jul 09, 2026 - 17:52
0 1

Bayangkan demokrasi sebagai sebuah sistem operasi sosial—kompleks, rawan bug, namun tetap menjadi platform paling canggih yang pernah dibangun umat manusia untuk mengelola keberagaman. Presiden Prabowo Subianto, dalam jamuan makan malam kenegaraan bersama Perdana Menteri India Narendra Modi, menggunakan metafora serupa: bahwa di antara semua arsitektur kekuasaan yang pernah diuji sejarah, demokrasi adalah algoritma terbaik untuk menghasilkan keadilan, harapan, dan pemerintahan yang inklusif.

Sore Hari: Kunjungan ke Parlemen

  1. Pukul 16.30 WIB — Presiden Prabowo mendampingi PM Narendra Modi tiba di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Kedatangan disambut oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua DPR Puan Maharani, Ketua MPR Ahmad Muzani, serta sejumlah wakil ketua DPR. Suasana hangat dan protokoler.
  2. Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda kenegaraan PM Modi di Indonesia, menegaskan eratnya hubungan bilateral. Prabowo dan Modi berkeliling melihat arsitektur Gedung DPR, sembari berdiskusi ringan tentang dinamika parlemen dua negara demokrasi besar—Indonesia dan India.
    1. Malam Hari: Jamuan Kenegaraan dan Pernyataan Penting

      1. Pukul 19.00 WIB — Jamuan makan malam resmi digelar. Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan refleksi mendalam tentang esensi demokrasi. "Demokrasi adalah sistem terbaik dibandingkan semua sistem yang pernah dicoba oleh peradaban manusia," tegasnya, mengutip rekaman resmi.
      2. Ia tak menampik bahwa demokrasi bukanlah kode yang sempurna. "Selalu ada godaan, jebakan, serta pihak-pihak yang berupaya membajak proses demokrasi demi kepentingan sesaat," ujar Prabowo. Ini seperti celah keamanan (vulnerability) yang terus perlu ditambal.
      3. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh komponen bangsa untuk tidak melakukan "shutdown" pada kepercayaan terhadap sistem ini. "Kita tidak boleh menyerah. Kita harus tetap percaya pada demokrasi dan terus berupaya menjaganya," serunya, menekankan pentingnya menjaga proses agar berjalan sesuai koridor prinsip yang benar—ibarat menjaga integritas data dalam rantai blok.

      Pertukaran Data: Belajar dari KPU India

      1. Dalam momentum yang sama, Prabowo mengungkapkan apresiasinya dapat berinteraksi dengan anggota muda Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ia melihat bahwa penyelenggara pemilu, baik di Tanah Air maupun di India, adalah "sumber terbuka" (open source) pengetahuan yang penting.
      2. "Saya sangat senang hari ini bertemu dengan seorang anggota muda Komisi Pemilihan Umum. Kami juga belajar sangat dekat dari Komisi Pemilihan Umum India," imbuhnya. India, yang menjalankan pemilu dengan sekitar 900 juta pemilih, menjadi laboratorium hidup bagaimana demokrasi beroperasi pada skala super besar—semacam uji beban (load testing) sistem elektoral.

      Rangkaian pertemuan ini menegaskan satu hal: demokrasi adalah infrastruktur yang butuh perawatan konstan, bukan mesin sekali pakai. Dan Indonesia, bersama India, tengah menulis dokumentasi terbaru tentang bagaimana dua negara dengan kompleksitas tinggi mampu menjaga sistem ini tetap berjalan di tengah guncangan disinformasi dan polarisasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User