Jakarta — Ma'ruf Cahyono Beri Keterangan Lengkap ke KPK

Mantan Sekretaris Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI periode 2019-2021, Ma'ruf Cahyono, akhirnya blak-blakan di hadapan penyidik Komisi Pembe

Jul 09, 2026 - 17:38
0 0

Mantan Sekretaris Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI periode 2019-2021, Ma'ruf Cahyono, akhirnya blak-blakan di hadapan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia menegaskan telah memberikan seluruh informasi yang diketahuinya untuk membuat perkara dugaan gratifikasi pengadaan barang dan jasa di lingkungan MPR menjadi terang benderang.

Pernyataan itu disampaikan Ma'ruf sesaat setelah ia digelandang menuju mobil tahanan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (9/7) sore. Dengan rompi oranye khas tahanan KPK dan tangan terborgol, Ma'ruf tampak tenang saat berhenti sejenak menjawab pertanyaan awak media.

"Banyak hal tadi sudah saya jelaskan. Saya jelaskan semuanya supaya terang,"

ujar Ma'ruf tanpa menjelaskan rincian materi pengakuannya.

Keterangan di Hadapan Penyidik

Ma'ruf mengaku sudah membeberkan seluruh fakta yang diketahuinya secara gamblang. Ia menekankan bahwa proses klarifikasi berlangsung transparan. Sikap kooperatif ini cukup mengejutkan karena dalam banyak kasus korupsi, tersangka cenderung menutupi fakta atau memilih bungkam. Namun Ma'ruf justru mengambil langkah sebaliknya demi mempercepat pengusutan tuntas perkara ini.

Dugaan Perjalanan Fiktif dan Aliran Dana

Saat didesak soal dugaan perjalanan dinas fiktif yang diduga menjadi modus pengucuran dana ilegal ke Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR, Ma'ruf memilih menyerahkan sepenuhnya proses penyidikan kepada lembaga antirasuah.

"Saya serahkan sepenuhnya kepada KPK,"

jawabnya pendek.

Dugaan gratifikasi ini bermula dari temuan audit internal MPR yang mencurigai adanya penyimpangan dalam anggaran perjalanan dinas dan pengadaan logistik. Modus yang terindikasi meliputi:

  • Pencairan dana dengan dokumen pertanggungjawaban perjalanan fiktif
  • Aliran dana ke pos-pos tidak resmi di BURT DPR
  • Peran otoritas Sekretariat Jenderal MPR sebagai pengelola anggaran utama

Sebagai Sekjen kala itu, Ma'ruf memiliki kewenangan besar dalam pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan. Oleh karena itu, pengakuannya diyakini bisa membuka banyak simpul penting dalam konstruksi perkara ini.

Proses Penahanan dan Langkah KPK

Berdasarkan pantauan Malutpost.id, Ma'ruf digelandang ke mobil tahanan sekitar pukul 16.07 WIB. Tidak ada perlawanan darinya; ia berjalan dengan kawalan ketat petugas KPK. Rompi oranye yang dikenakannya menandakan statusnya sebagai tahanan resmi lembaga antikorupsi tersebut.

KPK sendiri dijadwalkan menggelar konferensi pers pada hari yang sama untuk merilis detail konstruksi perkara, pasal yang disangkakan, serta potensi kerugian negara akibat dugaan gratifikasi ini. Publik dan kalangan pemerhati antikorupsi pun menanti pengungkapan lebih lanjut yang diharapkan dapat mengungkap praktik korupsi di lingkungan kesekretariatan lembaga tinggi negara. Pengakuan blak-blakan Ma'ruf diharapkan menjadi pintu masuk bagi penyidik untuk mengusut tuntas seluruh aktor yang terlibat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User