Ini PR Agar RI Bisa Tarik Investor Asing Lebih Maksimal
Indonesia dikenal memiliki sumber daya alam yang melimpah, pasar domestik yang besar, serta status sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Namun, gambaran tersebut dinilai belum sepenuhnya tercerm
Indonesia dikenal memiliki sumber daya alam yang melimpah, pasar domestik yang besar, serta status sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Namun, gambaran tersebut dinilai belum sepenuhnya tercermin dalam realisasi investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI). Pengamat Pembangunan Hardjuno Wiwoho menilai bahwa untuk meningkatkan daya tarik investasi, terdapat pekerjaan rumah mendasar yang harus diselesaikan: memperkuat kepastian hukum, transparansi, dan tata kelola.
Investor Cari Kepercayaan, Bukan Sekadar Potensi
Menurut Hardjuno, investor asing tidak lagi hanya mempertimbangkan besarnya potensi ekonomi suatu negara. Mereka kini lebih menekankan pada rasa aman dan kejelasan dalam menjalankan usaha. Iklim investasi yang sehat dibangun di atas fondasi kepercayaan, bukan sekadar janji keuntungan.
"Potensi ekonomi tidak pernah cukup karena yang sesungguhnya dicari investor adalah kepercayaan," ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip dari laporan Terdepan.id.
Ia menjelaskan bahwa banyak negara berkembang dengan kekayaan alam yang besar gagal menarik FDI karena lemahnya sistem hukum dan regulasi yang kerap berubah. Investor cenderung menghindari risiko ketidakpastian aturan, praktik korupsi, dan birokrasi yang memperlambat proses bisnis.
Transparansi dan Tata Kelola Jadi Pilar Utama
Hardjuno menyoroti pentingnya transparansi dalam setiap tahap perizinan dan pengelolaan investasi. Informasi yang terbuka mengenai prosedur, persyaratan, dan perkembangan proyek akan menekan potensi penyimpangan serta memberikan kepastian bagi pelaku usaha. Selain itu, tata kelola pemerintahan yang baik—termasuk koordinasi yang erat antara pusat dan daerah—dapat memangkas hambatan yang kerap muncul di lapangan.
Meskipun Indonesia telah meluncurkan berbagai kemudahan seperti sistem perizinan daring dan paket kebijakan investasi, penerapannya belum sepenuhnya optimal. Sengketa lahan, tumpang tindih kewenangan, dan lambatnya penegakan hukum masih menjadi keluhan utama investor yang menghambat realisasi komitmen investasi.
PR Mendesak di Tengah Persaingan Global
Persaingan menarik FDI semakin ketat, terutama dari negara-negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand yang agresif melakukan reformasi dan menawarkan insentif lebih kompetitif. Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan kekayaan alam dan pasar domestik. Pekerjaan rumah untuk menghadirkan kepastian hukum, memperkuat transparansi, dan memastikan tata kelola yang bersih bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang tidak bisa ditunda.
Kepercayaan investor hanya akan terbangun jika kebijakan yang pro-investasi diikuti dengan konsistensi pelaksanaan dan penegakan hukum yang adil. Dengan fondasi tersebut, potensi besar Indonesia benar-benar dapat dikonversi menjadi aliran investasi asing yang lebih maksimal dan berkelanjutan.
Comments (0)