Identitas Pelaku Pencabulan Anak di Ciampea Terungkap: Tukang Fotokopi yang Beraksi di Tempat Kerja

CIAMPEA, TERDEPAN.ID — Kasus pencabulan terhadap seorang bocah laki-laki berusia 13 tahun di wilayah Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, semakin menemui titik terang. Pria berinisial AN

Jul 08, 2026 - 05:33
0 0
Identitas Pelaku Pencabulan Anak di Ciampea Terungkap: Tukang Fotokopi yang Beraksi di Tempat Kerja

CIAMPEA, TERDEPAN.ID — Kasus pencabulan terhadap seorang bocah laki-laki berusia 13 tahun di wilayah Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, semakin menemui titik terang. Pria berinisial AN (34) yang telah diamankan aparat kepolisian ternyata bekerja sebagai tukang fotokopi di daerah tersebut. Ironisnya, aksi bejat yang dilakukannya justru terjadi di tempat ia mencari nafkah sehari-hari.

Informasi ini diungkapkan langsung oleh Entin Martini, pendamping korban yang turut mengawal proses hukum kasus ini. Dalam keterangannya kepada awak media yang dilansir Terdepan.id pada Jumat (26/6/2026), Entin menjelaskan bahwa pelaku memanfaatkan lingkungan kerjanya sebagai lokasi untuk melancarkan perbuatan tercela.

“Di tempat usahanya pelaku, tempat fotokopian (pelaku mencabuli korban),” ujar Entin Martini dengan nada geram.

Berdasarkan penelusuran, tempat fotokopi yang dimaksud pelaku terletak tidak jauh dari kediaman korban. Pelaku diduga telah merencanakan aksinya dengan memanfaatkan situasi sepi di toko miliknya, terutama pada jam-jam tertentu ketika minim pengunjung. Kejadian ini mencuat setelah korban menceritakan pengalaman pahitnya kepada orang tua, yang kemudian melapor ke pihak berwajib.

AN kini telah berstatus sebagai tersangka dan dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak. Polres Bogor segera melakukan penyelidikan mendalam untuk mengumpulkan alat bukti, termasuk hasil visum dan keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian. Langkah ini diapresiasi oleh kalangan pemerhati anak, mengingat kasus kekerasan seksual terhadap anak di wilayah Bogor cenderung meningkat dalam dua tahun terakhir.

Mirisnya, praktik pencabulan dengan modus yang memanfaatkan kepercayaan anak di lingkungan komersial bukanlah kasus pertama yang terungkap di Bogor. Sebelumnya, Terdepan.id memberitakan seorang pria lain yang mencabuli bocah laki-laki dengan modus meminjamkan ponsel di kawasan yang sama, dan kini telah resmi menjadi tersangka. Pola rekrutmen korban yang menggunakan iming-iming barang atau fasilitas membuat anak lebih rentan menjadi target.

Entin Martini mendesak agar aparat penegak hukum memberikan hukuman setimpal kepada pelaku. Ia juga mengajak para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka, khususnya saat berada di luar rumah atau di tempat umum seperti warung fotokopi, konter ponsel, dan area komersial lainnya.

“Kami berharap kepolisian tidak main-main dalam menangani kasus ini. Pelaku harus dihukum seberat-beratnya agar memberikan efek jera bagi predator anak lainnya,” tegas Entin.

Pendampingan psikologis juga segera diberikan kepada korban yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama itu. Tim konselor dari Dinas Sosial Kabupaten Bogor telah diterjunkan untuk memulihkan trauma mendalam yang dialami remaja tersebut. Proses pemulihan diperkirakan memakan waktu cukup panjang karena korban sempat menunjukkan gejala gangguan kecemasan dan penurunan semangat belajar.

Pihak keluarga korban mengaku sangat terpukul dengan kejadian ini, namun bertekad untuk terus mengawal kasus hingga tuntas. Mereka tidak ingin ada anak lain yang bernasib serupa. Dukungan dari tetangga dan komunitas setempat pun terus mengalir, memperkuat solidaritas warga Ciampea dalam melawan kejahatan seksual di lingkungan mereka.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya edukasi sejak dini tentang keamanan pribadi dan keberanian melapor. Pemerintah daerah diimbau untuk menggencarkan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan tempat-tempat usaha kecil, sehingga anak-anak memahami bahaya yang mengintai di tempat yang tampaknya aman sekalipun. Sampai berita ini diturunkan, proses hukum terhadap AN masih terus berjalan di Polres Bogor.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lidia-susanto

Editor Ekonomi Digital. Editor transformasi digital dan ekonomi digital.

Comments (0)

User