Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Pacitan, Tidak Berpotensi Tsunami

**Pacitan, Terdepan.id** – Wilayah Pacitan, Jawa Timur diguncang gempa tektonik berkekuatan magnitudo (M) 5,6 pada Sabtu (27/6/2026) siang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melap

Jul 06, 2026 - 13:37
0 0
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Pacitan, Tidak Berpotensi Tsunami
**Pacitan, Terdepan.id** – Wilayah Pacitan, Jawa Timur diguncang gempa tektonik berkekuatan magnitudo (M) 5,6 pada Sabtu (27/6/2026) siang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terjadi pukul 14.47 WIB dengan pusat gempa berada pada kedalaman 10 kilometer di laut, tepatnya sekitar 86 km arah tenggara Pacitan.

Berdasarkan informasi yang diterima Terdepan.id, koordinat episenter gempa terletak di 8.85 Lintang Selatan dan 111.41 Bujur Timur. Dengan kedalaman yang tergolong dangkal, getaran gempa dirasakan cukup signifikan oleh masyarakat di sejumlah kecamatan di pesisir Pacitan, bahkan hingga wilayah perbatasan Jawa Tengah seperti Wonogiri dan sekitarnya. “Gempa Mag:5.6 (86 km Tenggara Pacitan-Jatim),” tulis BMKG dalam keterangan resminya yang dikutip Terdepan.id, Sabtu petang.

Meski pusat gempa berada di laut, analisis BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Parameter seismik menunjukkan bahwa mekanisme gempa merupakan jenis sesar naik (thrust fault) akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia di bawah Lempeng Eurasia, yang lazim terjadi di zona selatan Jawa. Skala intensitas gempa di beberapa wilayah Pacitan terukur pada level III-IV MMI (Modified Mercalli Intensity), yang berarti getaran terasa nyata di dalam rumah namun belum menyebabkan kerusakan struktural berat.

Kronologi dan Dampak di Masyarakat

Dari pantauan Terdepan.id, guncangan pertama berlangsung sekitar 5–7 detik namun cukup membuat warga panik. Sejumlah warga di Kecamatan Pacitan Kota, Kebonagung, dan Donorojo berhamburan ke luar bangunan saat gempa terjadi. “Saya sedang di dalam rumah, tiba-tiba lantai bergoyang, langsung lari ke luar,” ujar Sri Wahyuni, warga Kecamatan Pacitan. Hingga saat laporan ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau kerusakan signifikan. Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan telah dikerahkan untuk melakukan asesmen cepat di lapangan.

Rekaman sementara dari sensor jaringan seismik BMKG menunjukkan bahwa gempa utama diikuti oleh sedikitnya dua kali aktivitas gempa susulan dengan kekuatan di bawah M 3,0 yang tidak berpotensi membahayakan. Zona selatan Jawa memang dikenal sebagai kawasan rawan gempa dan tsunami, sehingga kewaspadaan tinggi tetap diperlukan, terutama di daerah pesisir.

Himbauan Resmi BMKG dan Kesiapsiagaan

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. “Pastikan informasi resmi hanya berasal dari kanal BMKG atau pemerintah daerah. Jangan percaya isu tsunami yang belum terverifikasi,” bunyi imbauan dalam rilis tersebut. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan mempersiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan darurat.

Terdepan.id mencatat, kabupaten Pacitan berada di jalur patahan aktif selatan Jawa yang sering memicu aktivitas seismik. Pada tahun-tahun sebelumnya, wilayah ini juga pernah diguncang gempa dengan magnitudo serupa yang menimbulkan kerusakan ringan pada bangunan berstruktur sederhana. Pemerintah daerah dihimbau untuk segera mengevaluasi kesiapsiagaan infrastruktur, terutama bangunan publik, agar mampu menahan guncangan serupa di masa depan.

Situasi di Pacitan pasca gempa berangsur kondusif. Aktivitas masyarakat kembali normal pukul 15.30 WIB setelah BMKG mengumumkan tidak ada ancaman tsunami. Kendati demikian, petugas BPBD terus melakukan patroli dan monitoring di titik-titik rawan untuk mengantisipasi dampak lanjutan. Terdepan.id akan terus memperbarui informasi terkait perkembangan situasi pascagempa ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
suwandi-tan

Editor Bisnis. Editor isu korporasi, M&A, dan sektor riil.

Comments (0)

User