Gempa Darat M 4,7 Guncang Sarmi Papua Dini Hari, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

TerDepan.id - Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo (M) 4,7 mengguncang wilayah Kabupaten Sarmi, Papua, pada Senin dini hari (6/7/2026). Berdasarkan laporan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi

Jul 06, 2026 - 07:36
0 0
Gempa Darat M 4,7 Guncang Sarmi Papua Dini Hari, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

TerDepan.id - Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo (M) 4,7 mengguncang wilayah Kabupaten Sarmi, Papua, pada Senin dini hari (6/7/2026). Berdasarkan laporan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dipantau TerDepan.id, gempa terjadi tepat pada pukul 02.10 WIB.

Episenter Darat, Kedalaman Dangkal

Analisis BMKG menunjukkan episenter gempa terletak di darat, tepatnya pada koordinat 2,01 derajat Lintang Selatan dan 138,73 derajat Bujur Timur—sekitar 21 kilometer arah barat daya pusat Kota Sarmi. Sumber gempa memiliki kedalaman yang sangat dangkal, hanya 10 kilometer di bawah permukaan tanah.

Karena pusat gempa berada di daratan, BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meski relatif kecil, kedalaman yang dangkal seperti ini umumnya membuat getaran lebih terasa di permukaan. Energi seismik yang dilepaskan mencapai lapisan yang lebih dekat dengan pemukiman warga, sehingga potensi dirasakannya guncangan oleh masyarakat menjadi lebih signifikan dibandingkan gempa dalam dengan magnitudo serupa.

"21 km barat daya Sarmi-Papua," tulis BMKG melalui akun resmi @infoBMKG yang dikutip TerDepan.id.

Getaran yang Dirasakan Warga

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa. Namun sejumlah warga di Kecamatan Sarmi dan sekitarnya melaporkan merasakan getaran ringan yang berlangsung singkat. Berdasarkan pemodelan peta guncangan (shakemap) BMKG, intensitas getaran di daerah episenter diperkirakan mencapai III hingga IV MMI (Modified Mercalli Intensity). Pada skala ini, getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, jendela atau pintu bergetar, namun tidak sampai menyebabkan kerusakan struktural.

Wilayah Sarmi sendiri merupakan salah satu kawasan seismik aktif di Indonesia bagian timur. Secara tektonik, daerah ini terpengaruh oleh interaksi kompleks antara Lempeng Pasifik dan Lempeng Indo-Australia, serta aktivitas sesar-sesar lokal di daratan Papua. Catatan BMKG menunjukkan, dalam sebulan terakhir saja, wilayah Papua dan sekitarnya telah diguncang sedikitnya 15 kali gempa tektonik berkekuatan kecil hingga menengah. Aktivitas ini adalah bagian dari siklus alamiah pelepasan energi tektonik yang terus berlangsung di kawasan tersebut.

Imbauan Resmi BMKG

BMKG mengimbau masyarakat Sarmi dan sekitarnya untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat diminta untuk selalu merujuk pada informasi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG melalui kanal komunikasi terverifikasi, seperti akun media sosial @infoBMKG dan situs web resmi. "Jangan mudah percaya pada broadcast berantai yang tidak jelas sumbernya. Pastikan selalu mengecek kebenaran informasi kepada pihak berwenang," demikian pesan BMKG dalam unggahannya.

Gempa susulan dengan kekuatan yang lebih kecil mungkin terjadi, namun umumnya tidak membahayakan. BMKG juga mengingatkan agar warga memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal masing-masing, memastikan tidak ada retakan atau kerusakan yang dapat membahayakan saat terjadi gempa susulan. Untuk wilayah pesisir, meskipun gempa darat ini tidak memicu tsunami, masyarakat tetap diimbau untuk selalu waspada jika suatu saat terjadi gempa kuat yang berpotensi tsunami—mengetahui jalur evakuasi dan titik kumpul yang aman adalah langkah mitigasi yang sangat dianjurkan.

TerDepan.id akan terus memantau dan menyampaikan perkembangan informasi terkini seputar aktivitas kegempaan di Sarmi serta berbagai kejadian penting lainnya di seluruh Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User