Seperti Ini Rasanya Naik 'Ojek Laut' yang Ongkosnya Rp 5.000

Bagi sebagian orang, transportasi laut identik dengan biaya tinggi dan akses terbatas. Namun tidak demikian bagi warga Desa Pulau Pangalasiang, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. D

Jul 06, 2026 - 07:36
0 0
Seperti Ini Rasanya Naik 'Ojek Laut' yang Ongkosnya Rp 5.000

Bagi sebagian orang, transportasi laut identik dengan biaya tinggi dan akses terbatas. Namun tidak demikian bagi warga Desa Pulau Pangalasiang, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Di wilayah kepulauan ini, perahu motor menjadi urat nadi kehidupan yang menghubungkan pulau kecil dengan daratan utama. Uniknya, ongkos penyeberangan hanya sebesar Rp5.000 untuk sekali perjalanan pulang-pergi—sebuah harga yang nyaris seperti membeli jajanan pasar.

Laporan Terdepan.id pada Sabtu (4/7/2026) sore merekam denyut kehidupan di dermaga kecil dekat kantor desa. Perahu-perahu motor bercat cerah hilir mudik tanpa henti. Bukan nelayan yang baru pulang melaut, melainkan warga biasa yang baru saja mengurus keperluan administrasi, berbelanja kebutuhan pokok, atau anak-anak sekolah yang kembali dari daratan. Bunyi mesin tempel yang ritmis membaur dengan debur ombak dan obrolan ringan para penumpang.

Ojek Laut: Transportasi Rakyat yang Merakyat

Jarak antara Pulau Pangalasiang dan daratan utama Kecamatan Sojol hanya sekitar 15 menit menggunakan perahu motor bertenaga kecil. Tidak ada jadwal tetap—perahu berangkat begitu penumpang cukup, mirip ojek pangkalan di perkotaan. Bedanya, ini adalah ojek laut yang mengarungi Selat Makassar. Kapasitas satu perahu bervariasi, mulai dari 5 hingga 10 orang, tergantung ukuran lambung.

"Ongkosnya murah, Rp5.000 pulang balik. Kadang kalau bawa banyak barang, nambah sedikit. Tapi ya seikhlasnya," ungkap seorang warga setengah baya yang tengah bersantai di tepi pantai, sesaat setelah turun dari perahu.

Biaya sebesar itu sudah mencakup perjalanan pergi dan pulang, atau bahkan untuk dua orang dalam satu kali penyeberangan. Bagi pemilik perahu, ini bukan semata-mata soal untung besar, melainkan bagian dari solidaritas sosial. Mereka sadar bahwa perahu adalah satu-satunya akses bagi warga pulau untuk menjangkau puskesmas, pasar, atau sekolah di daratan.

Mata Pencaharian dan Pariwisata Mini

Sebagian pemilik perahu menjadikan ojek laut ini sebagai sampingan, di luar pekerjaan utama sebagai nelayan atau petani kelapa. Saat musim paceklik ikan, angkut penumpang menjadi penyelamat ekonomi rumah tangga. Sementara itu, pemandangan di dermaga saat sore hari menyajikan pesona matahari terbenam yang tidak kalah menawan dari destinasi wisata lain di Sulawesi. Beberapa wisatawan lokal sesekali ikut menyeberang, sekadar ingin merasakan sensasi ojek laut murah meriah.

Perahu motor sebagai moda transportasi tradisional bukan hanya alat pindah tempat, tetapi juga cermin ketangguhan masyarakat pulau. Dengan Rp5.000, mereka menaklukkan laut, menjaga silaturahmi, dan memastikan pulau terpencil tetap terhubung dengan denyut pembangunan. Sebuah pelajaran berharga dari sudut kecil Donggala yang mungkin jarang terdengar oleh telinga perkotaan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User