China Uji Coba Rudal di Samudra Pasifik, AS: Sangat Mengkhawatirkan!

Washington, Terdepan.id — Pemerintah Amerika Serikat menyatakan keprihatinan mendalam atas manuver militer terbaru China berupa uji coba rudal dari kapal selam bertenaga nuklir di Samudra Pasifik p

Jul 07, 2026 - 22:54
0 0
China Uji Coba Rudal di Samudra Pasifik, AS: Sangat Mengkhawatirkan!

Washington, Terdepan.id — Pemerintah Amerika Serikat menyatakan keprihatinan mendalam atas manuver militer terbaru China berupa uji coba rudal dari kapal selam bertenaga nuklir di Samudra Pasifik pada Senin (6/7). Langkah itu dinilai Washington sebagai eskalasi yang mempertegas ambisi Beijing dalam memodernisasi kekuatan strategisnya, terutama kemampuan serangan jarak jauh yang bisa menjangkau daratan AS.

Reaksi Keras dari Washington

Menurut laporan yang dihimpun Terdepan.id, seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS menyebut uji coba tersebut “sangat mengkhawatirkan” dan menegaskan bahwa pengembangan persenjataan nuklir China secara masif berpotensi mengganggu stabilitas strategis di kawasan Indo-Pasifik.

“Kami terus mencermati modernisasi militer China yang agresif, termasuk peningkatan signifikan kapasitas nuklirnya. Tindakan seperti ini tidak membangun kepercayaan, malah memicu ketegangan,” ujar dia dalam sebuah pernyataan resmi yang dikutip Terdepan.id.

Peluncuran rudal dari kapal selam nuklir di perairan internasional tersebut merupakan demonstrasi kemampuan second strike yang kian matang – sebuah elemen penting dalam doktrin penangkalan nuklir. Dengan menggelar uji coba di Samudra Pasifik, China seolah ingin menegaskan bahwa jangkauan arsenal strategisnya tidak lagi terbatas pada lingkungan regional, melainkan mampu menembus pertahanan rudal Amerika Serikat.

Pola Eskalasi yang Mengkhawatirkan

Uji coba terkini ini terjadi hanya selang dua tahun setelah Beijing menembakkan rudal balistik antarbenua (ICBM) ke perairan dekat Polinesia Prancis – peristiwa yang kala itu tercatat sebagai peluncuran ICBM pertama China di atas perairan internasional dalam lebih dari empat dekade. Para analis militer yang diwawancarai Terdepan.id melihat adanya pola peningkatan frekuensi dan kecanggihan uji coba yang mengindikasikan kepercayaan diri baru di kalangan perencana strategis China.

“Dua uji coba dalam dua tahun di lokasi yang jauh dari perairan teritorial China adalah sinyal bahwa mereka telah mencapai tingkat kematangan teknologi yang memungkinkan operasi global. Ini peta jalan menuju kekuatan nuklir sejati yang mampu mengimbangi AS,” papar seorang analis pertahanan kepada Terdepan.id.

Ketegangan di Tengah Upaya Rekonsiliasi

Yang membuat situasi kian pelik, aksi pamer kekuatan militer ini bergulir di tengah upaya rekonsiliasi antara Washington dan Beijing di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump. Meskipun kedua negara telah membuka jalur komunikasi untuk meredakan friksi dagang dan geopolitik, Pentagon tetap mengidentifikasi China sebagai “musuh utama” dalam dokumen strategi pertahanan nasionalnya. Uji coba rudal terbaru ini dikhawatirkan akan merumitkan diplomasi dan semakin mempertajam persaingan kedua raksasa.

Terpisah, Kementerian Pertahanan China menyatakan bahwa uji coba tersebut merupakan bagian dari latihan rutin yang tidak menyasar negara tertentu. Namun, kawasan Pasifik yang semakin padat oleh aktivisme militer China, termasuk ekspansi armada kapal selam nuklirnya tipe Jin dan pengembangan rudal JL-3, membuat sekutu-sekutu AS di kawasan seperti Jepang dan Australia meningkatkan kewaspadaan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Trump secara langsung, namun sejumlah anggota Kongres dari Partai Republik mendesak Gedung Putih untuk memperkeras sikap terhadap Beijing, termasuk meninjau ulang perjanjian pengendalian senjata yang melibatkan China. Ketegangan ini menambah babak baru dalam rivalitas dua negara adidaya yang kian memanas di teater Pasifik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
grace-winata

Editor Investasi. Editor panduan investasi dan produk finansial.

Comments (0)

User