Cerita Thomas Sulit Cari Kerja, Rela Tempuh Jarak Jauh dari Cikarang ke Jakarta Barat Demi Ikut Job Fair
Mencari pekerjaan di era persaingan ketat menuntut pelamar untuk tidak mudah menyerah, bahkan harus rela menempuh perjalanan panjang demi sekadar mencoba peruntungan. Itulah yang dilakukan Thomas (28
Mencari pekerjaan di era persaingan ketat menuntut pelamar untuk tidak mudah menyerah, bahkan harus rela menempuh perjalanan panjang demi sekadar mencoba peruntungan. Itulah yang dilakukan Thomas (28), seorang warga Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Demi mengikuti pameran bursa kerja, ia rela berangkat jauh-jauh ke Jakarta Barat.
Thomas terlihat hadir di lokasi acara Jakarta Job Fair yang digelar di kantor Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, pada Kamis (25/6/2026). Ia bukan penduduk setempat, tetapi informasi tentang lowongan pekerjaan yang sampai kepadanya melalui rekan-rekannya membuatnya tak ragu meluangkan waktu dan tenaga. Saat ditemui tim liputan Terdepan.id, Thomas menceritakan bahwa ia awalnya mengetahui adanya job fair ini dari obrolan dengan teman-temannya.
"Dari Cikarang, betul, lumayan (jauh) sih. Jadi sebelumnya kan pada kalau ngelamar kan pasti minta kontak teman-teman tuh. Iya, minta kontak teman-teman, ngobrol, pasti mereka juga sharing, gitu,"
Ucapannya menggambarkan bahwa jaringan pertemanan masih menjadi jalur informasi penting bagi pencari kerja. Thomas tidak mendapatkan informasi ini dari pengumuman resmi yang tersebar luas, melainkan dari komunikasi informal di antara sesama pemburu lowongan.
Harapan di Tengah Sulitnya Pasar Kerja
Thomas mengakui bahwa situasi mencari pekerjaan saat ini tidak mudah. Jarak tempuh dari Cikarang ke Jakarta Barat bukanlah halangan baginya, asalkan ada kesempatan untuk mendapatkan karier yang lebih baik. Perjalanan yang menempuh waktu lebih dari dua jam itu dijalaninya dengan harapan dapat menemukan posisi yang sesuai dengan keahlian dan minatnya.
Pameran kerja seperti yang diadakan di Tamansari ini menjadi magnet bagi warga sekitar maupun dari luar kota. Hadirnya berbagai perusahaan dengan beragam lowongan di satu tempat menjadi efisiensi tersendiri bagi pencari kerja. Thomas bisa menjajaki beberapa peluang sekaligus tanpa harus mengirim lamaran secara terpisah dan menunggu panggilan satu per satu.
Meski demikian, Thomas realistis. Ia mengerti bahwa persaingan sangat ketat, terutama untuk posisi-posisi yang diminati banyak orang. Namun, semangatnya tidak luntur. Dengan membawa berkas lamaran dan mempersiapkan diri sebaik mungkin, ia menjalani sesi wawancara di lokasi dengan keyakinan penuh.
Perjuangan Thomas adalah potret dari banyak pencari kerja muda di Indonesia yang harus aktif mencari peluang, membangun jejaring, dan tidak segan bergerak ke daerah lain demi mewujudkan impian karier. Kisahnya mengingatkan bahwa di tengah keterbatasan, proaktif dan kemauan berkorban adalah kunci untuk membuka pintu rezeki.
Terdepan.id mencatat, Jakarta Job Fair kali ini diikuti oleh puluhan perusahaan dari berbagai sektor, termasuk manufaktur, jasa, dan perdagangan. Antusiasme masyarakat seperti Thomas menunjukkan bahwa pameran kerja fisik masih menjadi andalan, meskipun era digital menawarkan kemudahan melamar secara online. Bagi Thomas dan banyak lainnya, interaksi langsung dengan perekrut memberikan rasa percaya diri dan kesempatan untuk meninggalkan kesan positif yang sulit didapatkan hanya dari surel lamaran.
Comments (0)