Cegah Listrik Mati Bergilir, PLTU Dimodifikasi Serap Batu Bara Kalori Rendah

PT PLN (Persero) mengambil langkah strategis dengan memodifikasi sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) agar mampu mengonsumsi batu bara berkalori rendah. Kebijakan ini diambil untuk mengantis

Jul 08, 2026 - 00:24
0 0
Cegah Listrik Mati Bergilir, PLTU Dimodifikasi Serap Batu Bara Kalori Rendah

PT PLN (Persero) mengambil langkah strategis dengan memodifikasi sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) agar mampu mengonsumsi batu bara berkalori rendah. Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi semakin menipisnya pasokan batu bara berkalori tinggi di pasaran domestik, sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik nasional agar tidak terjadi pemadaman bergilir yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Berdasarkan laporan yang dihimpun Terdepan.id, produksi batu bara dengan nilai kalori di atas 4.500 kcal/kg saat ini semakin berkurang. Di sisi lain, ketersediaan batu bara berkalori rendah justru terus meningkat. Ketimpangan tersebut mendorong PLN untuk melakukan penyesuaian teknis pada pembangkitnya, guna memastikan pasokan energi tetap stabil tanpa harus bergantung pada satu jenis bahan bakar saja.

“Modifikasi ini sudah kita lakukan di PLTU Suralaya Unit 6 dan 7. Sebelumnya, unit tersebut mengonsumsi batu bara dengan kalori menengah ke atas, namun kini telah berhasil diadaptasi untuk menggunakan batu bara dengan kalori sekitar 4.100 hingga 4.300,” ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, sebagaimana disampaikan media kami.

Darmawan menjelaskan bahwa adaptasi teknologi pada PLTU Suralaya menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam mengoptimalkan sumber daya yang tersedia secara efisien. Dengan kemampuan baru ini, diharapkan risiko kekurangan pasokan batu bara berkalori tinggi tidak lagi mengancam operasional pembangkit, sehingga masyarakat dapat terhindar dari risiko listrik mati bergilir yang berdampak pada aktivitas ekonomi dan sosial.

Langkah Proaktif Jaga Keandalan Kelistrikan

Kebijakan modifikasi PLTU ini sejalan dengan upaya pemerintah dan BUMN dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Selain menambah fleksibilitas bahan bakar, langkah tersebut juga diharapkan dapat menekan biaya operasional dengan memanfaatkan batu bara kalori rendah yang harganya relatif lebih murah dan stoknya melimpah. Ke depan, PLN berencana mengevaluasi kemungkinan penerapan modifikasi serupa pada pembangkit lainnya guna memperluas cadangan daya yang andal dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lidia-susanto

Editor Ekonomi Digital. Editor transformasi digital dan ekonomi digital.

Comments (0)

User