CARACAS, TERDEPAN.ID – Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana gempa bumi kembar yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Berdasarkan data terbaru yang dihimpun hingga Senin (6/7/2026), sedikitnya 3.342 orang dinyatakan tewas dan 16.700 lainnya mengalami luka-luka. Sementara itu, ribuan warga masih dilaporkan hilang di tengah puing-puing bangunan yang runtuh.
Bencana dahsyat ini terjadi pada 24 Juni 2026, ketika dua gempa berkekuatan besar menghantam wilayah utara Venezuela dalam jeda waktu yang singkat. Getaran kuat meruntuhkan puluhan gedung dan permuki
Bencana dahsyat ini terjadi pada 24 Juni 2026, ketika dua gempa berkekuatan besar menghantam wilayah utara Venezuela dalam jeda waktu yang singkat. Getaran kuat meruntuhkan puluhan gedung dan permukiman padat penduduk di daerah La Guaira, yang terletak di pesisir utara ibu kota Caracas. Guncangan hebat tersebut memicu kepanikan massal dan menyebabkan kerusakan infrastruktur yang sangat parah.
Kerusakan Meluas di La Guaira
La Guaira, yang dikenal sebagai kawasan pelabuhan dan bandara internasional utama Venezuela, menjadi titik paling parah terdampak. Banyak bangunan tua dan struktur yang tidak tahan gempa ambruk seketika, menimbun penghuninya. Tim penyelamat dari berbagai lembaga masih terus bekerja tanpa lelah mencari korban yang mungkin selamat di bawah reruntuhan, meskipun harapan mengecil seiring berjalannya waktu.
Menurut laporan kantor berita AFP, ribuan personel militer dan relawan dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi dan pendistribusian bantuan. Rumah sakit di sekitar lokasi bencana kewalahan menampung lonjakan pasien, sementara pasokan obat-obatan dan perlengkapan medis semakin menipis.
Presiden Bantah Lambat Tangani Bencana
Di tengah meningkatnya korban jiwa, Presiden Venezuela membantah tudingan bahwa pemerintahannya lambat dalam menangani dampak gempa. Dalam konferensi pers yang digelar di Caracas, ia menegaskan bahwa respons darurat sudah diaktifkan dalam hitungan jam setelah gempa terjadi. “Kami melakukan semua yang kami bisa dengan sumber daya yang ada. Bencana ini sangat besar dan tidak terduga,” ujarnya seperti dikutip media setempat.
“Kami melakukan semua yang kami bisa dengan sumber daya yang ada. Bencana ini sangat besar dan tidak terduga.”
Pemerintah juga berjanji akan menyalurkan bantuan dana rekonstruksi dan menyediakan tempat penampungan sementara bagi ribuan pengungsi yang kehilangan tempat tinggal. Namun, sejumlah pihak menilai penanganan masih terkendala birokrasi dan minimnya peralatan berat untuk membersihkan puing-puing.
Sementara itu, komunitas internasional mulai mengulurkan bantuan. Beberapa negara tetangga di Amerika Latin telah mengirimkan tim SAR dan bantuan logistik untuk meringankan beban Venezuela. Operasi kemanusiaan diperkirakan akan berlangsung selama berbulan-bulan mengingat skala kerusakan yang begitu masif.
Comments (0)