Pasar Keuangan Indonesia Melonjak: IHSG dan Rupiah Kompak Menguat Didorong Perdamaian AS-Iran

Jakarta - Pasar keuangan Indonesia ditutup dengan optimisme tinggi pada Senin (15/6/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah bergerak kompak di zona hijau, mencatat penguatan

Jul 08, 2026 - 06:22
0 0
Pasar Keuangan Indonesia Melonjak: IHSG dan Rupiah Kompak Menguat Didorong Perdamaian AS-Iran

Jakarta - Pasar keuangan Indonesia ditutup dengan optimisme tinggi pada Senin (15/6/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah bergerak kompak di zona hijau, mencatat penguatan signifikan di tengah euforia investor terhadap prospek perdamaian global dan kredibilitas kebijakan domestik.

Berdasarkan data yang dihimpun Terdepan.id, IHSG melesat 4,12% dan bertengger di level 6.254,96 pada penutupan perdagangan. Aksi beli besar-besaran terjadi di seluruh sektor, mendorong papan perdagangan utama LQ45 mencatat kinerja lebih impresif dengan lompatan 4,56% ke posisi 624.682. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 603 saham berhasil menguat, hanya 125 yang melemah, dan 90 saham lainnya stagnan, menandakan dominasi penuh sentimen positif.

Penguatan pasar modal ini berjalan beriringan dengan kebangkitan mata uang Garuda. Merujuk pada data Bloomberg yang diolah Terdepan.id, rupiah sukses mengungguli dolar AS dengan apresiasi 0,85% ke level Rp 17.708 hingga pasar spot ditutup. Bahkan, pada puncak perdagangan sekitar pukul 11.26 WIB, rupiah sempat memperlihatkan tenaga kuat dengan menekan greenback hingga ke level Rp 17.673,5—atau menguat 1,04%—sebelum akhirnya mengalami sedikit koreksi teknikal.

"Perjanjian damai antara AS dan Iran memicu gelombang risk-on yang agresif. Investor global mengurangi lindung nilai geopolitik dan mulai mengalirkan kembali dana ke aset-aset berimbal hasil tinggi seperti ekuitas dan obligasi pasar berkembang, termasuk Indonesia," tulis tim analis Terdepan.id dalam risetnya.

Sentimen utama yang menjadi katalis dahsyat sore ini adalah ekspektasi penandatanganan perjanjian perdamaian bersejarah antara Amerika Serikat dan Iran dalam waktu dekat. Meredanya salah satu sumber ketegangan terbesar di Timur Tengah ini langsung menghilangkan premi risiko (risk premium) yang selama ini membebani aset-aset negara berkembang. Aliran modal asing yang deras masuk ke pasar modal Indonesia menjadi bukti bahwa kepercayaan investor global terhadap stabilitas kawasan dan fundamental ekonomi nasional tengah pulih dengan cepat.

Selain faktor eksternal tersebut, akumulasi kebijakan pemerintah yang dianggap kredibel juga turut berperan sebagai fondasi penguatan. Paket kebijakan yang konsisten dalam menjaga inflasi inti dan defisit transaksi berjalan diyakini menjadi bantalan kokoh bagi rupiah untuk mengambil momentum pemulihan yang lebih agresif terhadap dolar AS.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lidia-susanto

Editor Ekonomi Digital. Editor transformasi digital dan ekonomi digital.

Comments (0)

User