BUMN Baru Perminas Bakal Kelola Logam Tanah Jarang Bareng India

Kepala Badan Industri Mineral (BIM) Brian Yuliarto mengungkapkan rencana strategis kerja sama antara PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) dengan perusahaan asal India, Midwest Limited. Perminas

Jul 08, 2026 - 08:12
0 0
BUMN Baru Perminas Bakal Kelola Logam Tanah Jarang Bareng India

Kepala Badan Industri Mineral (BIM) Brian Yuliarto mengungkapkan rencana strategis kerja sama antara PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) dengan perusahaan asal India, Midwest Limited. Perminas merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru yang dibentuk di bawah naungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Kerja sama ini menjadi salah satu tonggak penting dalam pengembangan industri logam tanah jarang atau rare earth di Tanah Air.

Penandatanganan kesepakatan kerja sama tersebut dilakukan dalam suasana pertemuan bilateral antara Perdana Menteri India Narendra Modi dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Momentum ini menandai penguatan hubungan ekonomi dan teknologi kedua negara, khususnya di sektor mineral strategis yang kian dibutuhkan dalam rantai pasok global, mulai dari industri elektronik hingga kendaraan listrik.

Brian menjelaskan bahwa saat ini pihaknya bersama Perminas sedang melakukan penjajakan mendalam terkait penguasaan teknologi hilirisasi. Fokus utama penjajakan ini adalah pada proses pemisahan dan pemurnian mineral tanah jarang, yang selama ini menjadi tantangan besar dalam pengembangan industri mineral hilir di Indonesia.

"Jadi, kita sudah beberapa kali tim dari Perminas dan BIM juga sudah ke India, sudah dilakukan pembicaraan-pembicaraan. Jadi, India memiliki teknologi-teknologi untuk pemurnian rare earth," ungkap Brian di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa India dipandang sebagai mitra strategis yang memiliki keunggulan teknologi dalam mengolah mineral tanah jarang. Dengan menggandeng Midwest Limited, Perminas berharap dapat mempercepat transfer pengetahuan dan kapasitas teknis guna mengoptimalkan potensi cadangan logam tanah jarang yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Sebagai BUMN yang baru dibentuk, Perminas diarahkan untuk menjadi ujung tombak dalam membangun ekosistem industri mineral nasional yang terintegrasi. Langkah kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat kedaulatan teknologi, tetapi juga meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia sebelum diekspor ke pasar internasional. Demikian laporan yang dihimpun Terdepan.id dari lingkungan Istana Kepresidenan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
toni-kurniadi

Reporter Fintech. Reporter fintech dan pembayaran digital.

Comments (0)

User