Estadio Azteca — Alasan Jarell Quansah Dikartu Merah Saat Inggris Bungkam Meksiko
Laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Meksiko di Estadio Azteca berakhir dramatis dengan kemenangan 2–1 untuk The Three Lions. Gol kemena
Laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Meksiko di Estadio Azteca berakhir dramatis dengan kemenangan 2–1 untuk The Three Lions. Gol kemenangan dicetak Jude Bellingham pada menit ke-89, hanya beberapa saat setelah Inggris bermain dengan 10 pemain akibat kartu merah bek muda Jarell Quansah. Insiden yang mewarnai pertandingan ini dipicu oleh keributan antarpemain usai Meksiko menyamakan kedudukan, dan berujung pada pengusiran Quansah yang kontroversial. Berikut kronologi dan alasan di balik keputusan wasit.
Kronologi Keributan yang Berujung Kartu Merah
- Menit ke-78: Meksiko mencetak gol penyeimbang melalui Santiago Giménez. Selebrasi gol yang berlebihan memantik ketegangan di kotak penalti Inggris. Quansah terlihat adu mulut dengan Giménez dan beberapa pemain Meksiko.
- Menit ke-79: Pertandingan sempat dihentikan wasit Farid Boussem karena kerumunan pemain mulai memanas. Quansah, yang mencoba memisahkan rekan setim, didorong oleh bek Meksiko, César Montes, sehingga situasi semakin ricuh.
- Menit ke-80: Saat wasit berusaha menenangkan situasi, Quansah terekam kamera melakukan kontak fisik— tangannya mengenai wajah pemain Meksiko, Marcel Ruiz, dalam sebuah gerakan yang diduga sengaja. Insiden ini terlihat jelas oleh asisten VAR.
- Menit ke-81: Wasit menghentikan permainan dan berkomunikasi dengan ruang VAR. Setelah meninjau tayangan ulang di monitor pinggir lapangan, Boussem langsung mengeluarkan kartu merah untuk Quansah tanpa memberikan kartu kuning terlebih dahulu.
- Menit ke-83: Protes dari kubu Inggris, terutama Harry Kane dan Declan Rice, tak mengubah keputusan. Wasit memastikan bahwa aksi Quansah termasuk violent conduct sesuai Pasal 12 Laws of the Game IFAB.
Alasan Utama Kartu Merah Menurut Regulasi
Keputusan wasit merujuk pada Pasal 12 Laws of the Game tentang fouls and misconduct. Kontak tangan ke wajah yang dilakukan Quansah dikategorikan sebagai violent conduct karena terjadi di luar konteks perebutan bola dan bersifat agresif. Meski benturan terlihat ringan, aturan IFAB tegas menyatakan bahwa setiap tindakan menyerang atau mencoba menyerang pemain lawan dengan tangan atau lengan, meskipun tidak menyebabkan cedera, dapat diganjar kartu merah langsung. Tinjauan VAR memperkuat penilaian wasit; rekaman menunjukkan Quansah mengayunkan tangan ke arah wajah Ruiz setelah provokasi awal. Komisi Disiplin FIFA kemungkinan akan menambah hukuman larangan bermain lebih dari satu laga jika insiden ini dianggap serius.
Dampak dan Reaksi Pasca-Insiden
Kartu merah Quansah membuat Inggris harus bertahan dengan 10 pemain di sisa waktu normal, namun gol cepat Bellingham menyelamatkan kemenangan. Manajer Inggris, Thomas Tuchel, dalam konferensi pers menyayangkan keputusan wasit dan menyebut Quansah hanya berusaha melindungi diri. Sementara itu, bek tengah berusia 23 tahun itu akan absen di perempat final melawan Argentina dan berpotensi dihukum tambahan. Statistik pertandingan mencatat penguasaan bola Inggris 52% dengan 8 tembakan tepat sasaran, sementara Meksiko hanya menghasilkan 3 tembakan tepat sasaran meski bermain di hadapan lebih dari 80.000 pendukung tuan rumah. Kemenangan ini menjaga ambisi Inggris meraih trofi Piala Dunia pertama sejak 1966.
Comments (0)