BPI Danantara Mulai Pembangunan Smelter Alumina Fase 2 Mempawah

Jakarta — PT Borneo Alumina Indonesia (BPI), bagian dari holding BUMN pertambangan yang kini dikelola Danantara, resmi memulai konstruksi Smelter Grade Alu

Jul 08, 2026 - 19:55
0 0

Jakarta — PT Borneo Alumina Indonesia (BPI), bagian dari holding BUMN pertambangan yang kini dikelola Danantara, resmi memulai konstruksi Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase 2 di Mempawah, Kalimantan Barat. Proyek strategis nasional ini menelan investasi sebesar Rp 14,8 triliun dan ditargetkan mampu memproduksi hingga 2 juta ton alumina per tahun.

Bagi yang belum familiar, alumina adalah bahan baku utama untuk memproduksi aluminium. Analoginya seperti tepung terigu yang menjadi bahan dasar roti — tanpa alumina, tidak akan ada aluminium batangan yang kita gunakan untuk konstruksi, kemasan, otomotif, hingga komponen pesawat. Selama puluhan tahun, Indonesia bergantung pada impor alumina meskipun memiliki cadangan bauksit (bijih asal alumina) yang melimpah. Proyek ini adalah langkah besar untuk "memanggang kue sendiri" alih-alih terus membeli dari luar negeri.

Skala Proyek dan Dampaknya bagi Antam

Fase 2 SGAR Mempawah merupakan kelanjutan dari Fase 1 yang sudah berjalan dengan kapasitas 1 juta ton. Jika kedua fase beroperasi penuh, total kapasitas produksi akan mencapai 3 juta ton alumina per tahun. Angka ini cukup signifikan untuk memenuhi seluruh kebutuhan smelter aluminium domestik milik INALUM — perusahaan induk dari Antam dan BPI.

Berikut poin-poin kunci yang membuat proyek ini krusial:

  • Hilirisasi bauksit: Alih-alih mengekspor bijih mentah, Indonesia kini memprosesnya menjadi alumina bernilai tambah tinggi di dalam negeri.
  • Efisiensi rantai pasok: Alumina dari Mempawah akan langsung memasok pabrik peleburan aluminium INALUM di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, memangkas biaya logistik impor.
  • Kemandirian industri aluminium nasional: Proyek ini adalah "puzzle terakhir" yang menghubungkan tambang bauksit hingga aluminium batangan dalam satu ekosistem terintegrasi.
  • Multiplier effect: Pembangunan fase 2 diperkirakan menyerap ribuan tenaga kerja langsung dan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Barat.

Teknologi di Balik SGAR

Proyek ini menggunakan teknologi Bayer Process, metode pengolahan bauksit menjadi alumina yang sudah matang dan efisien secara energi. Secara sederhana, proses ini seperti "menyeduh kopi" — bauksit dihancurkan dan dilarutkan dengan larutan natrium hidroksida pada suhu tinggi untuk mengekstrak alumina, lalu dipisahkan dari residu (red mud). Hasil akhirnya adalah bubuk putih alumina siap dilebur menjadi aluminium.

Dari sisi keberlanjutan, teknologi ini juga dilengkapi dengan sistem pengelolaan limbah red mud yang memenuhi standar lingkungan internasional. BPI mengklaim telah menyiapkan residue storage area yang aman dan berencana mengeksplorasi potensi pemanfaatan red mud untuk material konstruksi di masa depan.

Prospek Jangka Panjang

Dengan rampungnya SGAR Fase 2, Antam sebagai bagian dari ekosistem MIND ID-Danantara akan memiliki fondasi bisnis yang jauh lebih solid. Selama ini, margin keuntungan Antam dari segmen nikel dan emas sering tergerus fluktuasi harga komoditas global. Integrasi vertikal dari hulu ke hilir di bisnis aluminium memberi Antam pendapatan yang lebih stabil dan bernilai tambah tinggi.

"Proyek ini bukan sekadar membangun pabrik. Ini adalah fondasi kemandirian industri aluminium nasional yang akan menopang kinerja Antam dan INALUM untuk 30-50 tahun ke depan," ujar seorang analis industri pertambangan yang enggan disebutkan namanya.

Ketika smelter alumina ini beroperasi penuh, Indonesia tidak hanya menghemat devisa dari substitusi impor, tetapi juga membuka peluang ekspor alumina ke pasar global. Dengan permintaan aluminium dunia yang terus meningkat — didorong oleh transisi energi dan elektrifikasi — posisi Indonesia sebagai pemain terintegrasi akan semakin diperhitungkan di panggung global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User