Bima Arya: City Branding Bukan Sekadar Pencitraan, tapi Cerita dan Cita Masa Depan Daerah

Terdepan.id, Jakarta — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menekankan bahwa membangun identitas daerah melalui kearifan lokal merupakan tugas krusial yang harus diemban set

Jul 08, 2026 - 05:40
0 0
Bima Arya: City Branding Bukan Sekadar Pencitraan, tapi Cerita dan Cita Masa Depan Daerah

Terdepan.id, Jakarta — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menekankan bahwa membangun identitas daerah melalui kearifan lokal merupakan tugas krusial yang harus diemban setiap kepala daerah. Ia menilai, keberagaman hayati dan budaya yang dimiliki Indonesia harus diterjemahkan menjadi kekuatan pembangunan yang nyata, salah satunya melalui konsep city branding yang ditopang ekosistem inovasi berkelanjutan.

Bima menyoroti kondisi puluhan tahun terakhir di mana banyak wilayah terjebak dalam pola pembangunan yang seragam. Akibatnya, karakter khas masing-masing daerah menjadi kurang menonjol dan sulit dikenali. Padahal, menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan sejarah, budaya, serta potensi lokal yang luar biasa. Semua itu dapat diolah menjadi identitas sekaligus sumber pertumbuhan ekonomi daerah yang otentik.

"City Branding itu bukan hanya sekadar pencitraan. Enggak, salah, tapi di City Branding itu, satu itu ada citra saat ini, kedua ada cerita masa lalu, dan ketiga adalah cita masa depan seperti apa," ujar Bima dalam keterangan tertulis yang diterima Terdepan.id, Rabu (24/6/2026).

Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa city branding tidak bisa dibangun di atas ilusi atau kampanye semata. Sebuah daerah harus mampu merumuskan identitas berdasarkan tiga pilar: citra yang hidup di masa kini, narasi sejarah yang membanggakan, dan visi ke depan yang ingin diwujudkan. Ketiganya harus berjalan selaras dan diterjemahkan ke dalam kebijakan yang konkret.

Lebih lanjut, Bima mendorong para kepala daerah untuk tidak ragu menggali kearifan lokal sebagai fondasi city branding. Mulai dari tradisi, kuliner, arsitektur, hingga nilai-nilai komunal dapat diangkat menjadi daya tarik yang membedakan satu wilayah dengan lainnya. Dengan pendekatan ini, pembangunan tidak lagi menciptakan “wajah” yang sama dari Sabang sampai Merauke, melainkan mozaik identitas yang saling memperkuat citra Indonesia sebagai bangsa besar.

Wamendagri juga mengingatkan bahwa city branding yang sukses membutuhkan ekosistem inovasi yang sehat. Artinya, kepala daerah perlu membangun kolaborasi erat dengan pelaku usaha lokal, komunitas kreatif, akademisi, dan media. Hanya dengan kerja lintas sektor, identitas daerah dapat dikemas secara menarik, dikomunikasikan dengan tepat, dan memberikan dampak ekonomi yang terukur bagi masyarakat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
olivia-hartono

Reporter Pasar Modal. Reporter saham, obligasi, dan emiten.

Comments (0)

User