BANDUNG — Kasus penganiayaan dan penyekapan yang dilakukan Taufik Hidayat (30) terhadap kekasihnya, seorang wanita be
Kepedulian itu diwujudkan melalui langkah cepat Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Dudung Abdurachman. Pada Kamis malam (25/6/2026), Dudung menyambangi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk
Kepedulian itu diwujudkan melalui langkah cepat Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Dudung Abdurachman. Pada Kamis malam (25/6/2026), Dudung menyambangi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk menjenguk langsung kondisi YTR. Kehadirannya bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan membawa pesan tegas dari Istana.
Negara Hadir untuk Korban
Di hadapan pihak keluarga yang setia mendampingi, Dudung menegaskan bahwa negara tidak akan tinggal diam. Ia memastikan bahwa seluruh proses pemulihan korban—baik secara medis maupun psikologis—akan dikawal penuh. Tak hanya itu, proses hukum terhadap pelaku juga menjadi prioritas agar keadilan benar-benar ditegakkan.
"Malam ini saya hadir di Rumah Sakit Hasan Sadikin untuk melihat secara langsung korban YTR. Yang tadi saya langsung melihat, dan saya bertemu dengan keluarganya. Dan tentunya saya sampaikan, negara hadir dan sangat peduli kepada perawatan, bahkan kelanjutannya."
Pernyataan tersebut disampaikan Dudung kepada awak media yang meliput langsung di lokasi. Ia menekankan instruksi Presiden Prabowo agar tidak ada celah sedikit pun yang menghalangi hak korban. Pesan ini menjadi angin segar bagi keluarga YTR yang tengah dirundung duka mendalam akibat kekerasan fisik dan mental yang dialami oleh putri mereka.
Kronologi kekejian ini sendiri memantik kemarahan publik. Pelaku tega menyekap dan menganiaya korban dengan cara yang tidak berperikemanusiaan. Investigasi kepolisian kini terus bergulir, dan pihak rumah sakit berkomitmen memberikan layanan terbaik untuk memulihkan trauma berat yang membekas.
Kehadiran KSP secara langsung diyakini akan mempercepat koordinasi lintas lembaga, mulai dari kepolisian, kejaksaan, hingga layanan sosial. Tim Terdepan.id memantau bahwa pengawalan ketat ini menjadi bukti bahwa suara korban kekerasan dalam hubungan personal kini mendapat tempat di tingkat tertinggi pemerintahan.
Comments (0)