Alasan Warga Rela Lepaskan Lahan demi Proyek Jalan Sejajar Rel di Pasar Minggu
JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai merealisasikan pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tembusan sejajar rel kereta api yang menghubungkan Pasar Minggu ke Tanjung Barat di Jakarta S
JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai merealisasikan pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tembusan sejajar rel kereta api yang menghubungkan Pasar Minggu ke Tanjung Barat di Jakarta Selatan. Proyek yang telah dinanti ini bertujuan mengurai kemacetan kronis di kawasan tersebut, dan kabar baiknya, sebagian besar warga terdampak telah menyatakan kesediaannya untuk melepas tanah mereka. Namun, ada pula segelintir yang masih memilih untuk bertahan.
Proses Sosialisasi yang Panjang dan Apresiasi Warga
Pantauan Terdepan.id di lapangan, sejumlah rumah dan bangunan di sepanjang jalur yang direncanakan mulai tampak dikosongkan. Salah satu warga yang telah sepakat menjual tanah dan bangunannya adalah Lukman (62), seorang warga RT 12/RW 7. Pria paruh baya itu mengaku tidak mempermasalahkan nilai penggantian yang ditawarkan oleh pemerintah. Baginya, pembangunan infrastruktur demi kepentingan bersama adalah hal yang harus didukung.
Menurut Lukman, kunci dari mulusnya proses ini adalah sosialisasi yang telah dilakukan jauh-jauh hari. "Sosialisasi pembebasan lahan sudah berlangsung sejak lama, jadi kami tidak kaget. Petugas dari kelurahan juga sering menemui kami, banyak diskusi, sehingga kami mengerti betul manfaat proyek ini," ujarnya saat ditemui di kediamannya. Ia menambahkan, komunikasi yang terbuka membuat warga tidak merasa dipaksa, melainkan diajak bekerja sama untuk kemajuan wilayahnya.
“Kami sering ketemu petugas, dijelaskan detail jalurnya, dampaknya, sampai kompensasinya. Jadi ya tidak ada masalah. Saya rasa memang sudah waktunya jalan ini dibuat, macet sudah parah,” kata Lukman.
Manfaat Jangka Panjang yang Dijanjikan
Proyek jalan sejajar rel ini diharapkan menjadi arteri baru yang memecah kepadatan di Jalan Raya Pasar Minggu dan Jalan Tanjung Barat. Selama ini, warga sering terjebak antrean panjang, terutama pada jam sibuk. Dengan adanya jalan tembusan ini, akses menuju Simatupang hingga Lenteng Agung akan lebih cepat. Bagi warga seperti Lukman, kehilangan tempat tinggal lama bukanlah kerugian, melainkan kesempatan untuk memiliki hunian yang lebih baik dengan dana kompensasi yang mencukupi.
Sementara itu, dari pantauan tim Terdepan.id, masih terdapat beberapa kepala keluarga yang memilih untuk tetap tinggal. Mereka umumnya memiliki keterikatan historis dengan lingkungan tersebut atau belum mencapai kesepakatan soal nominal yang ditawarkan. Namun, persentase yang bertahan relatif kecil, dan Pemprov DKI optimistis pendekatan persuasif akan terus dilakukan.
Pemerintah setempat berharap, pelepasan lahan tahap awal ini dapat segera rampung agar pengerjaan fisik proyek bisa dimulai pada kuartal berikutnya. Jika sesuai target, warga Jakarta Selatan sudah bisa menikmati jalur baru yang lebih lega dalam dua tahun ke depan. Semangat warga seperti Lukman menjadi bukti bahwa komunikasi dan niat baik mampu melancarkan proyek strategis yang kerap diwarnai konflik lahan.
Comments (0)