Zulhas Targetkan Sampah Jadi Listrik di 2028, Masalah 80 Tahun Segera Tuntas
Terdepan.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengumumkan target ambisius untuk menyelesaikan persoalan sampah nasional yang sudah berlarut-larut selama puluh
Terdepan.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengumumkan target ambisius untuk menyelesaikan persoalan sampah nasional yang sudah berlarut-larut selama puluhan tahun. Ia menargetkan seluruh sampah akan diubah menjadi sumber energi listrik pada 2028. Pernyataan itu disampaikan Zulhas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/6/2026).
“Jadi memang sampah ini kan masalah kita ya. Sudah 80 tahun lebih kita merdeka, masih menimbulkan masalah yang besar. Kita bisa selesaikan asal kita bersama-sama,”
Zulhas menekankan bahwa penanganan sampah tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, hingga partisipasi aktif masyarakat. Dengan pendekatan bersama, ia optimistis Indonesia bisa mengubah beban lingkungan menjadi berkah energi terbarukan melalui teknologi pengolahan sampah menjadi listrik (waste-to-energy).
Rencana Kerja Satu Tahun: Swasembada Pangan hingga Tata Kelola Sampah
Dalam kesempatan yang sama, Zulhas turut memaparkan rencana kerjanya selama setahun ke depan yang tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah, tetapi juga pada pencapaian swasembada pangan. Menurutnya, ketahanan pangan dan sanitasi lingkungan adalah dua isu strategis yang saling terkait dan harus berjalan beriringan demi membangun ekosistem berkelanjutan di Indonesia.
“Kita mau sampah ini bukan lagi jadi beban, tapi jadi berkah. Dengan teknologi pengolahan sampah menjadi listrik, kita bisa dapat dua manfaat sekaligus: lingkungan bersih dan pasokan listrik tambahan,” ujar Zulhas kepada awak media.
Sejumlah proyek percontohan pengolahan sampah menjadi listrik sebenarnya sudah mulai berjalan di beberapa daerah seperti Tangerang dan Surabaya. Kini, pemerintah berupaya memperluas implementasi teknologi tersebut ke kota-kota lain dengan menggandeng investor, BUMN, dan pemerintah daerah. Zulhas optimistis pada tahun 2028 persoalan sampah yang selama ini menjadi “mimpi buruk” perkotaan dapat dituntaskan.
Langkah ini diharapkan mampu mendukung target bauran energi nasional sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di sektor ekonomi hijau. Sebagai koordinator bidang pangan, Zulhas akan memastikan sinergi antar kementerian dan lembaga agar program sampah menjadi listrik berjalan efektif tanpa mengganggu prioritas swasembada pangan yang juga dikejar dalam waktu dekat.
Comments (0)