Waduk Wonorejo Jaga Pasokan Air Irigasi di Tengah Musim Kemarau
Tulungagung – Ketersediaan air di Waduk Wonorejo dipastikan dalam kondisi aman hingga penghujung tahun 2026. Kepastian ini disampaikan oleh pengelola waduk menyusul peningkatan intensitas pemantaua
Tulungagung – Ketersediaan air di Waduk Wonorejo dipastikan dalam kondisi aman hingga penghujung tahun 2026. Kepastian ini disampaikan oleh pengelola waduk menyusul peningkatan intensitas pemantauan dan pengaturan alokasi air yang lebih ketat sepanjang musim kemarau. Dengan debit yang stabil, kebutuhan irigasi bagi ribuan hektare lahan pertanian di wilayah Tulungagung dan sekitarnya tetap terpenuhi tanpa kendala berarti.
Berdasarkan laporan yang dihimpun Terdepan.id, volume tampungan Waduk Wonorejo saat ini masih berada di atas batas aman operasional. Meskipun wilayah Jawa Timur tengah mengalami penurunan curah hujan signifikan sejak Mei lalu, cadangan air waduk mampu menyangga pasokan untuk irigasi teknis, air baku, dan kebutuhan industri kecil di sekitarnya.
Strategi Pengelolaan Air Diperketat
Kepala Unit Pengelola Bendungan Wonorejo, dalam keterangannya, menegaskan bahwa pola operasi waduk telah disesuaikan dengan proyeksi iklim kering. Pihaknya menerapkan rotasi bukaan pintu air secara tepat guna menghindari pemborosan sekaligus menjaga ekosistem sungai di hilir. “Kami melakukan evaluasi mingguan terhadap alokasi air. Prioritas utama adalah irigasi, tetapi suplai air bersih untuk masyarakat juga tidak boleh terganggu,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Rabu (19/6).
“Dengan koordinasi intensif bersama dinas terkait dan kelompok tani, kami optimistis tidak akan ada krisis air meski kemarau berlangsung hingga akhir tahun.”
Sistem irigasi yang mendapat pasokan dari Waduk Wonorejo mencakup area persawahan seluas lebih dari 13.000 hektare di Kabupaten Tulungagung, Kediri, dan Blitar. Petani setempat mengaku lega karena masa tanam ketiga masih dapat berjalan meskipun musim kering lebih panjang dari biasanya. “Biasanya kalau kemarau panjang, kami khawatir gagal panen. Tapi berkat pengaturan dari waduk, aliran air masih cukup,” kata Sukir, salah satu petani di Kecamatan Kauman.
Di samping irigasi, waduk ini juga memasok air baku untuk dua PDAM di wilayah Tulungagung. Dengan debit yang terjaga, pelayanan air bersih ke pelanggan dipastikan tidak akan mengalami pengurangan jam operasi. Pengelola bahkan sudah menyiapkan skenario jika kemarau berlanjut hingga awal 2027, meskipun mereka optimistis stok yang ada masih mampu menopang kebutuhan hingga akhir tahun depan.
Keberhasilan Waduk Wonorejo dalam menjaga ketahanan air di tengah kemarau ini sekaligus menjadi contoh nyata sinergi antara pengelolaan sumber daya air dan adaptasi perubahan iklim. Terdepan.id mencatat, sepanjang tahun 2024–2025, modernisasi pintu air dan digitalisasi pemantauan debit telah membantu pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat. Hal ini turut berkontribusi pada efisiensi distribusi air yang dirasakan langsung oleh masyarakat petani dan konsumen air bersih.
Comments (0)