Unusa Latih 310 Guru Surabaya, Dorong Pembelajaran Kreatif dengan AI

Di sebuah ruang pelatihan yang memadukan kehadiran fisik dan layar-layar virtual, suasana antusias begitu terasa. Ratusan guru Sekolah Dasar dan Sekolah Me

Jul 08, 2026 - 21:28
0 0
Unusa Latih 310 Guru Surabaya, Dorong Pembelajaran Kreatif dengan AI

Di sebuah ruang pelatihan yang memadukan kehadiran fisik dan layar-layar virtual, suasana antusias begitu terasa. Ratusan guru Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama se-Kota Surabaya menatap layar laptop mereka, bukan dengan ekspresi khawatir, melainkan dengan rasa ingin tahu yang membuncah. Mereka sedang menyelami dunia baru: kecerdasan buatan atau AI, bukan sebagai ancaman yang akan menggantikan peran mereka, melainkan sebagai mitra untuk menciptakan pembelajaran yang jauh lebih hidup dan personal.

Momen ini merupakan bagian dari pelatihan peningkatan kompetensi guru yang digelar oleh Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) bersama Dinas Pendidikan Kota Surabaya pada Selasa (7/7). Pelatihan yang berlangsung secara luring dan daring selama tiga hari ini mengusung tema ambisius sekaligus relevan: “Transformasi Pembelajaran di Era Digital untuk Mewujudkan Guru Inovatif dan Berdampak”. Sasaran pelatihan ini adalah 310 guru SD dan SMP yang siap menjadi garda terdepan perubahan di kelas masing-masing.

Mengintegrasikan AI Tanpa Kehilangan Sentuhan Manusia

Materi pelatihan dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara kecepatan teknologi dan kebutuhan pedagogis. Para guru tidak hanya dikenalkan dengan platform AI generatif populer, tetapi juga diajak untuk merancang sendiri modul ajar, kuis interaktif, bahkan asisten belajar virtual yang dapat disesuaikan dengan gaya belajar setiap murid. Pendekatannya sangat praktis dan langsung aplikatif. Mereka belajar bagaimana menulis prompt yang efektif, menyaring konten yang etis, dan yang terpenting: memastikan teknologi tetap menjadi alat, bukan penguasa, di ruang kelas.

“Kami ingin para guru tidak hanya melek digital, tapi juga berdaya. Mereka harus mampu menjadi kreator konten pembelajaran yang inspiratif dengan memanfaatkan kecepatan AI,” ungkap Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng., Rektor Unusa, saat membuka pelatihan. “Teknologi ini bukan untuk menggantikan interaksi hangat antara guru dan murid, melainkan untuk memperkuatnya. Guru hebat akan tetap tak tergantikan karena pancaran empati dan teladannya.”

Pernyataan itu sontak menghilangkan kekhawatiran sebagian peserta yang semula memandang AI sebagai momok. Seorang guru SMP swasta di Surabaya Barat mengaku, “Saya dulu cemas AI akan bikin kami kehilangan pekerjaan. Tapi hari ini saya justru melihat panggung kreativitas yang baru. Saya bisa membuat cerita bergambar interaktif hanya dalam lima menit untuk menjelaskan siklus air.”

Dari Pelatihan Menuju Ruang Kelas Masa Depan

Unusa dan Dinas Pendidikan merancang program ini tidak sebagai acara seremonial sekali jalan. Telah disiapkan mekanisme pendampingan berkelanjutan melalui grup diskusi daring dan klinik konsultasi mingguan. Dengan demikian, benih-benih inovasi yang ditanam hari ini dapat terus tumbuh dan beradaptasi seiring laju perkembangan AI. Kota Surabaya berharap, dari gelombang pertama 310 guru ini akan lahir ribuan ruang kelas yang lebih dinamis, di mana setiap murid mendapatkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, personal, dan membangkitkan rasa ingin tahu.

Pelatihan ini menitikberatkan pada tiga pilar: literasi data agar guru mampu memilah informasi digital dengan kritis, etika digital agar pemanfaatan AI tetap menghormati hak cipta dan privasi, serta kreativitas pedagogis agar lahir metode ajar baru yang sebelumnya tidak terpikirkan. Transformasi bukan lagi wacana; ia kini hadir di meja guru, mengetuk pintu hati mereka, dan mengundang mereka untuk melangkah dengan berani ke masa depan pendidikan yang lebih inklusif dan berdampak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User