Surabaya — Polisi Beberkan Kronologi Lansia Tewas Tersambar Kereta di Benowo

Peristiwa tragis terjadi di pelintasan rel kawasan Jalan Sememi Baru, Kecamatan Benowo, Surabaya, pada Rabu (8/7). Seorang perempuan lanjut usia (lansia) b

Jul 09, 2026 - 00:35
0 0
Surabaya — Polisi Beberkan Kronologi Lansia Tewas Tersambar Kereta di Benowo

Peristiwa tragis terjadi di pelintasan rel kawasan Jalan Sememi Baru, Kecamatan Benowo, Surabaya, pada Rabu (8/7). Seorang perempuan lanjut usia (lansia) berinisial R (61) meregang nyawa setelah tersambar kereta api yang melintas. Korban yang diketahui merupakan warga Kampung Cirapuhan, Kabupaten Garut, Jawa Barat itu tewas seketika di lokasi kejadian akibat luka parah di sekujur tubuhnya. Kepolisian dari Polsek Benowo yang tiba di tempat kejadian perkara langsung melakukan olah TKP, mengidentifikasi jenazah, serta memintai keterangan sejumlah saksi mata guna mengungkap duduk perkara kecelakaan maut tersebut.

Kronologi Kejadian: Detik-Detik Menjelang Tragedi

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara dan keterangan saksi di lapangan, berikut urutan peristiwa yang berhasil dirangkum oleh petugas kepolisian:

  1. Sekitar pukul 09.30 WIB, saksi mata melihat korban berjalan kaki dari arah utara menuju selatan. Korban terlihat hendak menyeberangi perlintasan rel yang tidak dilengkapi palang pintu.
  2. Beberapa detik kemudian, terdengar suara klakson peringatan dari kereta api jurusan Surabaya–Lamongan yang melaju dari arah barat. Korban diduga tidak mendengar atau kurang memperhatikan kedatangan kereta.
  3. Pada saat bersamaan, korban terus melangkah memasuki area rel. Meski sempat ada warga yang berteriak mengingatkan, tetapi nahas upaya itu tidak dapat mencegah tabrakan.
  4. Kereta yang melaju kencang langsung menghantam tubuh korban hingga terpental beberapa meter. Benturan keras menyebabkan korban mengalami cedera fatal di bagian kepala dan dada.
  5. Petugas kepolisian menerima laporan pada pukul 10.00 WIB dan segera menuju TKP untuk melakukan evakuasi. Jenazah dievakuasi ke RSUD dr. Soetomo setelah proses identifikasi awal.

Korban teridentifikasi sebagai R (61), berdasarkan KTP yang ditemukan di dalam tas miliknya. Alamat korban di Kampung Cirapuhan, Garut, mengejutkan karena lokasi kejadian cukup jauh dari tempat tinggal aslinya. Polisi masih mendalami tujuan korban berada di Surabaya.

Kondisi Pelintasan Rel Minim Pengaman

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya menyebutkan bahwa perlintasan rel di Jalan Sememi Baru memang dikenal rawan kecelakaan karena tidak memiliki palang pintu otomatis maupun penjaga resmi. Hanya terdapat rambu peringatan dan marka jalan yang sering diabaikan oleh pengguna jalan. "Ini menjadi perhatian kami untuk mengusulkan pemasangan palang pintu di titik rawan seperti ini," ujar petugas. Pihak kepolisian juga mengimbau warga agar lebih waspada saat melintas di area perlintasan kereta, terutama yang tanpa penjagaan.

Langkah Hukum dan Penyelidikan Lanjutan

Penyidik Unit Laka Lantas Polrestabes Surabaya sudah berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya untuk mendapatkan rekaman perjalanan kereta serta keterangan masinis. Meski indikasi awal mengarah pada kelalaian korban, polisi tetap membuka kemungkinan faktor lain seperti gangguan jiwa atau motif pribadi. "Kami masih menunggu hasil visum lengkap dan keterangan pihak keluarga untuk menentukan penyebab pasti serta menutup kasus ini secara tuntas," jelas Kasat Lantas. Keluarga korban di Garut sudah dihubungi melalui kepolisian setempat untuk proses pemulangan jenazah.

Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang, sekaligus kepedulian masyarakat untuk tidak menerobos saat sinyal kereta sudah berbunyi. Total korban kecelakaan di perlintasan kereta sepanjang 2026 di wilayah Surabaya hingga triwulan ketiga mencapai 8 orang meninggal dunia, sebagian besar di pelintasan liar tanpa palang pintu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User