Sule Tanggapi Adzam Ditegur Emak-emak Saat Nonton Tari Kecak di Bali
Nama Adzam, putra pasangan komedian Sule dan mantan istrinya Nathalie Holscher, mendadak menjadi perbincangan hangat setelah sebuah video yang memperlihatk
Nama Adzam, putra pasangan komedian Sule dan mantan istrinya Nathalie Holscher, mendadak menjadi perbincangan hangat setelah sebuah video yang memperlihatkan dirinya ditegur oleh seorang penonton wanita (emak-emak) saat menyaksikan pementasan Tari Kecak di Bali viral di media sosial. Nathalie Holscher, yang membawa Adzam ke pertunjukan tersebut sebagai bagian dari janji liburan, mengunggah momen tersebut melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan itu, Nathalie menyiratkan kekesalannya terhadap teguran yang diterima sang anak dengan menuliskan, “Ibunya enggak pernah marahin,” sebuah kalimat yang langsung memicu gelombang reaksi pro-kontra dari warganet.
Sule sendiri tak tinggal diam. Pria yang kini kerap tampil lebih kalem di hadapan media itu memberikan tanggapannya atas insiden yang melibatkan putra bungsunya. Dalam wawancara dengan detikHOT, Sule menekankan bahwa sebagai orang tua, ia memahami dinamika anak kecil yang kadang sulit dikendalikan di ruang publik. Ia meminta publik untuk tidak serta-merta menyalahkan Adzam maupun ibu yang membesarkannya. “Anak kecil wajar bergerak, bersuara. Nonton Kecak itu kan terbuka, bukan ruangan kedap. Kita yang dewasa harusnya bisa lebih mengerti,” demikian inti pandangan Sule yang dikutip sejumlah media.
Peta Pemberitaan dan Sudut Pandang Media
Viralnya insiden ini ditandai oleh peliputan banyak media nasional yang masing-masing mengambil sudut berbeda, memperlihatkan betapa satu peristiwa mampu menghasilkan narasi berlapis. Untuk memahami bagaimana isu ini dimainkan, lihat tabel perbandingan berikut:
| Media | Judul Berita | Fokus Pemberitaan |
|---|---|---|
| detikHOT | Sule soal Adzam Ditegur Emak-emak saat Nonton Tari Kecak di Bali | Tanggapan ayah sebagai figur penyeimbang |
| Kompas.com | Nathalie Holscher Tepati Janji Ajak Adzam Nonton Tari Kecak di Bali | Momen bonding ibu-anak dan konteks perjalanan |
| Cumicumi | Unggahan Nathalie Holscher Saat Anaknya Ditegur … Tuai Beragam Respon | Polarisasi opini publik dan perang komentar |
| Serambinews.com | Anak Sule Ditegur Penonton, Nathalie: Ibunya Enggak Pernah Marahin | Kontroversi pernyataan sang ibu |
| Tabloidbintang.com | Aksi Putra Nathalie Holscher di Tengah Pertunjukan Tari Kecak Banjir Pujian Netizen | Dukungan warganet terhadap tingkah polos Adzam |
Dari tabel di atas, terlihat bahwa media membingkai peristiwa ini dalam tiga poros: (1) perspektif ayah (Sule) yang reflektif, (2) sisi emosional ibu (Nathalie) yang dinilai defensif, dan (3) suara warganet yang terbelah antara kritik dan pujian. Perbedaan penjudulan menandakan bahwa isu ini bukan semata polemik pengasuhan anak, melainkan juga tentang bagaimana figur publik mengelola konflik personal yang terpapar jutaan pasang mata.
Mengapa Insiden Ini Menjadi Viral?
Viralitas ini bukan kebetulan. Ia lahir dari perpaduan tiga elemen yang sangat disukai algoritma media sosial: selebriti, kontroversi ringan, dan potret pengasuhan anak. Emosi publik mudah tersulut karena setiap orang merasa berhak menilai cara orang lain membesarkan anak. Ketika Nathalie menulis “ibunya enggak pernah marahin,” ia secara tidak langsung melempar tanggung jawab kepada penonton lain yang menegur, sekaligus mengundang tafsir bahwa ia terlalu permisif. Di sisi lain, netizen yang orang tua melihat Adzam sebagai anak normal berusia tiga tahun yang belum paham etika menonton pertunjukan, sehingga teguran dari emak-emak dianggap tidak berempati.
Dampak pada Persepsi Publik dan Pengasuhan Figur Publik
“Anak-anak di bawah lima tahun tidak bisa diukur dengan standar kedewasaan penonton dewasa. Yang diperlukan adalah pendampingan, bukan penghakiman,” ujar seorang psikolog anak keluarga yang enggan disebutkan namanya. Opini ini sejalan dengan sikap Sule yang memilih jembatan damai, tetapi kontras dengan kenyataan bahwa banyak komentar di unggahan Nathalie justru menyalahkan ibu tersebut karena dianggap kurang menegur Adzam. Insiden ini kian memperumit citra Nathalie Holscher yang sedang membangun narasi sebagai ibu mandiri pasca-perceraian; warganet terbagi antara yang mengasihani Adzam dan yang menuntut Nathalie lebih disiplin di depan publik.
Pelajaran Bagi Ekosistem Seni dan Penonton
Di luar perdebatan personal, insiden ini membuka diskusi penting tentang ruang ramah anak di pertunjukan seni tradisional. Tari Kecak yang digelar di panggung terbuka Uluwatu secara teknis tidak memiliki aturan ketat soal ketenangan, namun ada harapan agar penonton menjaga atmosfer sakral. Peristiwa Adzam menjadi katalis bagi para pemerhati budaya untuk mendorong pengelola pertunjukan membuat segmen atau area khusus keluarga, sekaligus mengedukasi penonton agar lebih toleran terhadap dinamika anak kecil. Sule dan Nathalie, sadar atau tidak, telah melemparkan topik ini ke arus utama — mengubah insiden 30 detik menjadi percakapan nasional tentang empati, aturan, dan batas toleransi.
Comments (0)