Dinas Kominfo Purworejo Bantah Suhu Dingin Akibat Aphelion
Beredar pesan berantai yang mengklaim suhu udara dingin di sejumlah wilayah Indonesia pada Juli 2026 merupakan dampak fenomena aphelion. Pesan itu viral da
Beredar pesan berantai yang mengklaim suhu udara dingin di sejumlah wilayah Indonesia pada Juli 2026 merupakan dampak fenomena aphelion. Pesan itu viral dan membuat sebagian warga cemas. Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfo) Kabupaten Purworejo secara resmi menyatakan narasi tersebut adalah hoaks. Klarifikasi ini disampaikan melalui laman resmi dan kanal informasi publik, merujuk pada data ilmiah terkini, untuk meluruskan kesalahpahaman yang berulang setiap musim kemarau. "Fenomena aphelion tidak menyebabkan perubahan suhu yang signifikan sampai terasa dingin menusuk seperti yang diklaim," tegas tim verifikasi fakta instansi tersebut.
Kronologi Hoaks “Suhu Dingin Akibat Aphelion”
Pesan yang beredar di platform percakapan mengajak publik mewaspadai suhu dingin “yang akan bertahan hingga Agustus” dan dibingkai sebagai efek bumi menjauh dari matahari. Berikut urutan kemunculan dan sebarannya:- Juni 2026: Pesan mulai menyebar di grup WhatsApp dan media sosial, menyatakan "Juli akan lebih dingin dari sebelumnya karena fenomena Aphelion".
- Pesan juga menyarankan masyarakat untuk minum air hangat, mengenakan jaket, dan menjaga daya tahan tubuh sebagai langkah antisipasi.
- 7 Juli 2026: Dinas Kominfo Purworejo menerima laporan dari warga dan segera melakukan pengecekan ke sumber primer, yaitu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
- 8 Juli 2026: Hasil klarifikasi diunggah ke situs resmi dan kanal Google Berita, sekaligus melabeli konten viral sebagai hoaks yang diulang dari tahun-tahun sebelumnya.
Comments (0)