Sanur, Terdepan.id – Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, se
Dalam laporannya, Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, Wayan Koster, mengungkapkan bahwa perayaan Bulan Bung Karno telah melibatkan partisipasi luar biasa dari desa-desa di seluruh Bali. Ia menyebut dari t
Dalam laporannya, Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, Wayan Koster, mengungkapkan bahwa perayaan Bulan Bung Karno telah melibatkan partisipasi luar biasa dari desa-desa di seluruh Bali. Ia menyebut dari total 636 desa yang ada, sebanyak 625 desa secara serentak menyelenggarakan kegiatan tersebut. Angka ini menjadi penegasan soliditas dan jangkauan partai hingga ke tingkat pemerintahan terkecil.
Gerakan Massif dari Desa
Koster merinci, suksesnya penyelenggaraan di 625 desa itu tak lepas dari pemanfaatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) yang digerakkan secara kolektif serta dukungan swadaya masyarakat. Pola ini, menurut sejumlah kader, menunjukkan bahwa PDIP tidak hanya hadir sebagai partai politik, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan budaya dan gotong royong di akar rumput.
Ibu Ketua Umum yang kami hormati, selain kegiatan yang dilaksanakan oleh DPD Partai, kami juga menyelenggarakan kegiatan Bulan Bung Karno di lini pemerintahan.
Pernyataan Koster tersebut disampaikan langsung di hadapan Megawati dan ribuan kader yang memadati lokasi. Ia menekankan bahwa perayaan ini menjadi bukti nyata bagaimana sinergi antara partai, pemerintah desa, dan masyarakat mampu menciptakan gerakan kebangsaan yang melampaui sekadar agenda politik tahunan.
Pesan Kekuatan Partai
PDIP memang menjadikan Bulan Bung Karno sebagai salah satu instrumen konsolidasi ideologis dan organisasi yang digelar rutin setiap tahun. Namun, capaian Bali kali ini dinilai istimewa karena mampu mereplikasi semangat Bung Karno hingga ke 98% desa di provinsi tersebut. Sumber internal partai menyebut bahwa tingkat partisipasi setinggi itu sekaligus menjadi pesan politik menjelang tahun-tahun elektoral mendatang — bahwa Bali tetap menjadi basis tradisional yang solid dan tak tergoyahkan.
Para pengamat politik lokal membaca gelaran ini sebagai refleksi dari kapasitas mobilisasi PDIP yang tetap tinggi. Dukungan masif dari desa menunjukkan bahwa struktur partai hingga ke bawah masih berfungsi efektif. Selain itu, keterlibatan APBDes juga memperlihatkan jejaring birokrasi yang berjalan selaras dengan agenda partai, sesuatu yang kerap menjadi tolok ukur kekuatan sebuah partai dalam mempertahankan dominasi elektoral.
Penutupan Bulan Bung Karno di Bali juga diisi dengan berbagai pertunjukan budaya dan pameran hasil UMKM binaan kader PDIP. Megawati dalam beberapa kesempatan sebelumnya memang selalu menekankan pentingnya kedaulatan budaya dan ekonomi kerakyatan sebagai penerjemahan ajaran Bung Karno. Kehadiran 625 desa dalam perayaan ini seakan menjawab seruan tersebut dengan gerak nyata.
Dengan selesainya rangkaian Bulan Bung Karno 2026, PDIP Bali mengklaim telah mencatatkan sejarah baru dalam partisipasi desa. Momentum ini, menurut Koster, akan terus dijaga dan dijadikan modal sosial untuk memperkuat pembangunan Bali berbasis budaya serta menjaga komitmen partai terhadap warisan ideologis sang Proklamator.
Comments (0)