Respons Cepat Polda Sumsel Selamatkan Bayi Telantar di Banyuasin

Banyuasin — Aparat Kepolisian Resor (Polres) Banyuasin, di bawah jajaran Polda Sumatera Selatan, menunjukkan gerak cepat yang patut diapresiasi. Menindaklanjuti laporan dari masyarakat, petugas ber

Jul 06, 2026 - 13:14
0 0
Respons Cepat Polda Sumsel Selamatkan Bayi Telantar di Banyuasin

Banyuasin — Aparat Kepolisian Resor (Polres) Banyuasin, di bawah jajaran Polda Sumatera Selatan, menunjukkan gerak cepat yang patut diapresiasi. Menindaklanjuti laporan dari masyarakat, petugas berhasil menyelamatkan seorang bayi perempuan yang diduga sengaja ditelantarkan di sebuah area permukiman di Dusun II, Desa Talang Ipuh, Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin. Informasi yang dihimpun Terdepan.id menyebutkan, bayi nahas yang diperkirakan baru berusia sekitar satu hari itu ditemukan oleh warga setempat dalam kondisi masih hidup pada Rabu (1/7/2026).

Penemuan bermula saat sejumlah warga yang melintas di sekitar lokasi mendengar suara tangisan lemah dari balik semak. Setelah memastikan sumber suara, mereka terkejut mendapati sosok bayi mungil terbungkus kain seadanya. Tanpa menunggu lama, warga langsung menghubungi pihak berwenang. Tim dari Polsek Betung yang menerima informasi segera berkoordinasi dengan jajaran Polres Banyuasin untuk meluncur ke lokasi. Di bawah kendali Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino, proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian untuk meminimalkan risiko pada sang bayi, terutama mengingat kondisi cuaca dan lingkungan di tempat penemuan.

Penanganan Medis Cepat dan Humanis

Usai dievakuasi, bayi perempuan yang belum diketahui identitasnya itu segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyuasin. Langkah ini diambil untuk memastikan kondisi kesehatan bayi yang baru lahir tersebut stabil dan mendapatkan perawatan intensif yang diperlukan. Dari laporan yang diterima redaksi, kondisi awal bayi menunjukkan tanda-tanda hipotermia ringan akibat terpapar udara terbuka, namun secara umum fungsi vitalnya masih berfungsi dengan baik.

Kepemimpinan Kapolres AKBP Risnan Aldino terlihat begitu menonjol dalam penanganan perkara ini. Ia tidak hanya memastikan proses hukum berjalan, tetapi juga turut mengawal langsung aspek kemanusiaan. “Prioritas utama kami adalah keselamatan dan kesehatan bayi tersebut. Kami juga telah menurunkan tim untuk menyelidiki siapa pihak yang tega melakukan perbuatan ini,” ujar AKBP Risnan melalui keterangan tertulis yang dikonfirmasi Terdepan.id. Kutipan ini menegaskan bahwa aspek perlindungan anak menjadi fokus utama di samping proses penyelidikan.

Kami sudah membentuk tim investigasi. Sambil menunggu perkembangan kondisi bayi di rumah sakit, kami akan mendalami keterangan saksi-saksi dan mengumpulkan bukti di lapangan. Kami harap pelaku segera menyerahkan diri atau kami akan melakukan penegakan hukum secara tegas. — AKBP Risnan Aldino, Kapolres Banyuasin

Langkah Lanjutan dan Dukungan Masyarakat

Saat ini, kata AKBP Risnan, pihaknya telah membuka posko pengaduan bagi warga yang memiliki informasi terkait identitas bayi maupun orang tua yang diduga menelantarkannya. Terdepan.id memantau bahwa respon warga sekitar pun sangat positif; sejumlah ibu-ibu di desa bahkan menawarkan bantuan berupa pakaian bayi dan susu formula. Sementara itu, Dinas Sosial Kabupaten Banyuasin dilaporkan juga sudah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk mempersiapkan pendampingan psikososial dan rencana pengasuhan sementara bayi tersebut.

Dalam pernyataannya, Kapolres juga mengimbau agar masyarakat tidak main hakim sendiri jika menemukan orang yang mencurigakan. “Serahkan sepenuhnya pada proses hukum. Kami akan menangani perkara ini secara profesional dan transparan. Yang terpenting sekarang, bayi ini selamat dan mendapatkan haknya untuk hidup layak,” tegasnya. Polres Banyuasin menjamin bahwa identitas pelapor akan dilindungi untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam mengungkap kasus ini.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi bayi terus menunjukkan perkembangan positif. Tim medis RSUD Banyuasin menyatakan bahwa bayi tersebut mulai menunjukkan refleks menyusu yang baik dan menjalani terapi inkubator untuk stabilisasi suhu tubuh. Pihak rumah sakit bersama kepolisian masih menunggu keputusan lebih lanjut dari instansi terkait untuk proses penempatan sementara, sambil terus mengupayakan pencarian keluarga biologisnya. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya pengawasan dan kepedulian terhadap anak, serta perlunya sistem dukungan bagi para ibu yang tengah menghadapi krisis agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
toni-kurniadi

Reporter Fintech. Reporter fintech dan pembayaran digital.

Comments (0)

User