Remaja Magelang Minta Dibacok Teman Demi Buktikan Ilmu Kebal, Malah Berujung Luka Parah
Sebuah insiden nahas terjadi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, ketika seorang remaja berinisial ETH (17) nekat meminta temannya sendiri untuk membacoknya. Aksi tersebut dilakukan demi menguji coba
Sebuah insiden nahas terjadi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, ketika seorang remaja berinisial ETH (17) nekat meminta temannya sendiri untuk membacoknya. Aksi tersebut dilakukan demi menguji coba ilmu kebal yang diyakininya. Bukannya terbukti kebal, remaja asal Kecamatan Dukun itu justru mengalami luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Fakta mengejutkan ini terungkap setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan mendalam. Berdasarkan laporan yang dihimpun Terdepan.id, kejadian ini berlangsung pada Senin dini hari (22/6) sekitar pukul 00.30 WIB. Awalnya, korban memberikan keterangan palsu kepada orang tuanya dengan mengaku menjadi korban penyerangan oleh orang tidak dikenal saat sedang berkendara bersama tiga rekannya.
Bohong Dibegal, Polisi Temukan Fakta Lain
Wakasat Reskrim Polresta Magelang, AKP Toyib Riyanto, membongkar kebohongan tersebut. Menurut keterangannya, korban yang masih berstatus pelajar SMK itu sempat membuat geger dengan klaimnya sebagai korban kejahatan jalanan. "Semula korban ini menyampaikan kepada orang tua bahwa yang bersangkutan jadi korban pembacokan orang tidak dikenal," jelas AKP Toyib Riyanto, seperti dikutip dari laporan tim Terdepan.id, Rabu (24/6/2026).
Namun, setelah dilakukan interogasi lebih lanjut, polisi menemukan sejumlah kejanggalan dalam cerita ETH. Tim penyidik akhirnya berhasil mengorek pengakuan sebenarnya dari remaja tersebut. Ternyata, tidak ada serangan misterius di jalanan. Pembacokan itu justru dilakukan secara sadar oleh orang-orang terdekatnya atas permintaan korban sendiri.
Kronologi Uji Nyali yang Berujung Petaka
Dari hasil pendalaman, diketahui bahwa ETH memang sengaja meminta dua temannya untuk melukainya. Satu orang bertugas mengeksekusi pembacokan, sementara satu lainnya diminta merekam aksi tersebut menggunakan ponsel. Motifnya sangat sederhana namun naif: ia ingin membuktikan bahwa dirinya memiliki ajian ilmu kebal yang tak mempan senjata tajam.
Keyakinan itu rupanya tidak sejalan dengan kenyataan. Tebasan benda tajam itu langsung melukai tubuh ETH, membuatnya menderita luka cukup parah di bagian punggung dan lengan. Sadar bahwa "eksperimen" mereka gagal total, kelompok remaja ini panik dan buru-buru menyusun skenario palsu untuk menutupi kebodohan mereka.
Saat ini, kondisi korban masih menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan. Selain luka fisik yang cukup mengkhawatirkan, tim medis juga memberikan perhatian khusus pada kondisi kejiwaan ETH. Pihak keluarga dan kepolisian menduga kuat remaja tersebut mengalami delusi atau gangguan psikologis akibat terlalu mendalami praktik ilmu kebal yang tidak masuk akal. Kasus ini menjadi pelajaran pahit bagi masyarakat mengenai bahayanya kepercayaan buta terhadap hal-hal gaib tanpa disertai nalar yang sehat.
Comments (0)