Pramono: LPDP Jakarta Siap Biayai Lulusan KJMU Lanjutkan S2 dan S3 ke Luar Negeri
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan bahwa program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Jakarta akan membuka akses bagi para lulusan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) yang ingin mela
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan bahwa program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Jakarta akan membuka akses bagi para lulusan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2) maupun doktor (S3). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan anggaran sekitar Rp100 miliar untuk merealisasikan program tersebut.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Pramono di Balai Kota Jakarta pada Senin (29/6/2026). Ia menegaskan bahwa dana LPDP Jakarta telah dimasukkan dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun mendatang. Dengan alokasi tersebut, Pemprov DKI menargetkan dapat membiayai 50 hingga 75 mahasiswa untuk menempuh studi di luar negeri melalui kerja sama dengan LPDP pusat.
"Di APBD yang akan datang ini LPDP sudah masuk. Anggarannya kurang lebih Rp100 miliar. Kalau Rp100 miliar, maka LPDP di Jakarta ini kurang lebih akan mengelola 50 sampai 75 siswa yang akan disekolahkan oleh Pemerintah DKI Jakarta ke luar negeri," ujar Pramono.
Perluas Akses Pendidikan Tinggi
Program ini menjadi angin segar bagi ribuan penerima manfaat KJMU yang selama ini hanya mendapatkan bantuan biaya pendidikan untuk jenjang sarjana (S1). Dengan adanya LPDP Jakarta, para lulusan KJMU berprestasi tidak perlu khawatir kehilangan kesempatan melanjutkan studi ke tingkat yang lebih tinggi. Pramono menekankan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap bersaing di tingkat global.
Kerja sama dengan LPDP pusat menjadi kunci penting dalam pelaksanaan program ini. LPDP pusat telah memiliki pengalaman panjang dalam mengelola beasiswa luar negeri dengan standar internasional, sehingga diharapkan proses seleksi, penempatan, hingga pendampingan mahasiswa asal Jakarta akan berjalan profesional dan transparan. Pemerintah provinsi tidak ingin sekadar mengirimkan mahasiswa, melainkan memastikan mereka mendapatkan pendidikan berkualitas yang kelak dapat dikontribusikan kembali untuk pembangunan Jakarta.
Saat ini, detail teknis seperti persyaratan, tahapan seleksi, dan daftar universitas mitra di luar negeri masih dalam tahap finalisasi. Namun, kabar mengenai kepastian anggaran ini sudah cukup menjadi sinyal positif bahwa Pemprov DKI serius mengembangkan jalur beasiswa yang berkelanjutan. Langkah ini juga diharapkan dapat memotivasi para mahasiswa penerima KJMU untuk terus berprestasi sejak jenjang sarjana, karena pintu melanjutkan studi hingga ke luar negeri semakin terbuka lebar.
Dengan total anggaran Rp100 miliar, program LPDP Jakarta diproyeksikan tidak hanya membiayai biaya kuliah, tetapi juga biaya hidup, penelitian, dan kebutuhan akademik lainnya selama mahasiswa menempuh studi. Jika dihitung secara sederhana, setiap mahasiswa dapat memperoleh alokasi dana sekitar Rp1,3 hingga Rp2 miliar untuk seluruh masa studi S2 atau S3 di luar negeri, tergantung durasi dan negara tujuan. Angka ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam investasi pendidikan jangka panjang.
Program ini juga memperkuat ekosistem KJMU yang sebelumnya hanya terfokus pada bantuan pendidikan S1. Kini, KJMU bukan lagi sekadar jaring pengaman bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, melainkan menjadi bagian dari strategi besar pengembangan talenta Jakarta. Ke depan, diharapkan semakin banyak mahasiswa Jakarta yang mampu bersaing di kancah global dan kembali membawa dampak positif bagi kota kelahirannya.
Comments (0)