Prabowo Hadiri Hari Bhayangkara ke-80
Kabupaten Bogor — Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Tembak Senayan, Kabupaten Bogor, saat Presiden Prabowo Subianto hadir langsung dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Kehadiran Kepala Negar
Kabupaten Bogor — Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Tembak Senayan, Kabupaten Bogor, saat Presiden Prabowo Subianto hadir langsung dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Kehadiran Kepala Negara menjadi momentum penting untuk menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sepanjang tahun ini. Dalam amanatnya, Presiden menekankan betapa krusialnya peran Polri dalam mengamankan rangkaian hari besar nasional serta aksi nyata menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di berbagai daerah.
Menurut pantauan Terdepan.id, acara tersebut dihadiri oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, jajaran perwira tinggi Polri, serta sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju. Presiden tiba pukul 08.30 WIB dengan mengenakan setelan safari krem khasnya, disambut langsung oleh Kapolri dan atraksi marching band dari Akademi Kepolisian. Helatan yang digelar dengan protokol ketat ini juga menampilkan demonstrasi kemampuan satuan Brimob dan reserse, mencerminkan kesiapan teknis dan taktis Polri dalam menghadapi tantangan keamanan modern.
Keberhasilan Amankan Hari Besar Nasional
Presiden Prabowo secara khusus menyoroti rekam jejak Polri dalam mengawal perayaan Idul Fitri, Natal, Tahun Baru, dan hari besar keagamaan lainnya. Ia menyebut periode-periode tersebut sebagai ujian berat yang berhasil dilewati dengan minim insiden.
"Saya melihat sendiri laporan di lapangan, pengamanan arus mudik dan arus balik tahun ini berjalan sangat baik. Tidak ada kemacetan ekstrem berkepanjangan, angka kecelakaan menurun drastis, dan itu semua berkat kerja keras seluruh personel di lapangan. Polri patut berbangga, dan negara berterima kasih," ujar Presiden di hadapan ribuan personel yang memadati lapangan.
Tidak hanya aspek pengamanan fisik, Presiden juga mengapresiasi pendekatan humanis yang diterapkan. Program-program seperti Operasi Ketupat, Operasi Lilin, dan patroli dialogis dinilai semakin mendekatkan polisi dengan masyarakat. Hal ini sejalan dengan tema Hari Bhayangkara tahun ini, "Polri Presisi Mendukung Percepatan Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045".
Penurunan Kecelakaan Lalu Lintas
Data yang dipaparkan Kapolri sebelum amanat Presiden menunjukkan tren menggembirakan. Sepanjang semester pertama 2026, angka kecelakaan lalu lintas nasional turun 18,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Faktor penurunan mencakup peningkatan penindakan terhadap pelanggaran kasat mata, pemasangan ribuan kamera pemantau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), serta gencarnya edukasi keselamatan berkendara di sekolah dan komunitas.
"Penurunan ini bukan sekadar statistik. Setiap angka mewakili nyawa yang terselamatkan, keluarga yang tidak kehilangan orang tercinta. Itulah esensi pengabdian Bhayangkara," tutur Presiden yang disambut tepuk tangan panjang.
Puncak perayaan diisi dengan pemberian penghargaan kepada 80 personel teladan dari berbagai satuan wilayah. Presiden secara simbolis menyematkan tanda kehormatan kepada Bripka Ayu Lestari dan Briptu Rudi Hartono, dua anggota polantas yang berhasil menggagalkan peredaran narkoba melalui operasi rutin di jalan tol. Momen tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa transformasi Polri menuju institusi yang profesional, modern, dan terpercaya sedang berjalan di jalur yang tepat.
Amanat Presiden ditutup dengan harapan agar sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat terus diperkokoh. Keamanan, tegasnya, adalah modal utama pembangunan, dan Polri adalah garda terdepannya. Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib hingga siang hari, dengan pengamanan ekstra yang tetap mengedepankan keramahan khas sosok Bhayangkara sejati.
Comments (0)