Pembatalan PHK Massal di Pabrik Sepatu Nike: Negosiasi Berbuah Manis
Jakarta — Kabar baik datang dari Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 4.000 buruh di PT Feng Tay, produsen sepatu merek global Nike, resmi dibata
Jakarta — Kabar baik datang dari Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 4.000 buruh di PT Feng Tay, produsen sepatu merek global Nike, resmi dibatalkan. Kepastian ini diperoleh setelah serangkaian diskusi intensif antara perwakilan pemerintah dan petinggi perusahaan.
Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengonfirmasi langsung perkembangan tersebut. Ia hadir bersama Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan, Indah Anggoro Putri, dalam pertemuan dengan pihak manajemen PT Feng Tay pada Senin (22/6).
Berdasarkan laporan Terdepan.id, Said Iqbal menjelaskan kronologi dan hasil pembicaraan tersebut di sela-sela Rapat Kerja Nasional Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026). Ia menegaskan bahwa potensi gelombang PHK yang sempat meresahkan ribuan keluarga pekerja kini telah dihindari.
"Kita datang bersama Ibu Dirjen dan timnya, Dirjen PHI Kemnaker, kami diskusi, meyakinkan daripada perwakilan pengusaha, dan mereka bersepakat yang kemungkinan, baru kemungkinan terjadi PHK, menjadi tidak jadi sepanjang diberikan mitigasi," ujar Said Iqbal di hadapan awak media.
Pernyataan tersebut menggarisbawahi pentingnya strategi mitigasi sebagai kunci penyelamatan lapangan kerja. Meskipun rincian paket mitigasi belum diungkap secara detail, langkah ini dinilai sebagai titik temu antara kebutuhan keberlangsungan industri dan perlindungan hak pekerja. Pemerintah, dalam hal ini Kemenaker, berperan aktif sebagai mediator yang menjembatani kepentingan kedua belah pihak.
PT Feng Tay, yang beroperasi di kawasan industri Bandung, selama ini menjadi salah satu pemasok utama alas kaki untuk Nike. Skala produksinya menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Wacana PHK massal sebelumnya memicu kekhawatiran di kalangan serikat pekerja, terutama di tengah dinamika ekonomi global yang menekan sektor manufaktur padat karya.
Dengan batalnya rencana PHK, setidaknya 4.000 buruh dapat bernapas lega. Keputusan ini juga menjadi sinyal positif bagi iklim investasi dan hubungan industrial di Jawa Barat—provinsi dengan konsentrasi industri tekstil dan alas kaki terbesar di Indonesia. Kehadiran langsung pejabat tinggi negara dalam negosiasi memperlihatkan keseriusan pemerintah mencegah membengkaknya angka pengangguran.
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyambut baik hasil dialog ini. Mereka berharap forum-forum serupa dapat terus dibangun untuk mengantisipasi potensi friksi di sektor ketenagakerjaan. Ke depan, pengusaha, buruh, dan pemerintah diharapkan duduk bersama merancang mitigasi yang berkelanjutan, bukan sekadar respons insidental.
Informasi yang dihimpun Terdepan.id menyebutkan bahwa kementerian terkait kini tengah menyiapkan payung kebijakan agar kasus ancaman PHK massal seperti di PT Feng Tay tidak terulang. Langkah itu mencakup penguatan dialog bipartit di tingkat perusahaan serta percepatan deteksi dini terhadap industri yang berpotensi melakukan rasionalisasi tenaga kerja.
Para buruh di Kabupaten Bandung pun menyampaikan rasa syukur melalui perwakilan serikat. Mereka kini dapat kembali fokus bekerja tanpa dibayangi ketidakpastian. Bagi banyak dari mereka, batalnya PHK berarti menjaga kelangsungan pendidikan anak, kesehatan keluarga, dan stabilitas ekonomi rumah tangga.
Dengan tercapainya kesepakatan ini, pemerintah berharap daya saing industri alas kaki nasional tetap terjaga sekaligus memastikan hak-hak pekerja terlindungi. Kolaborasi yang solid antara Kemenaker, bursa efek, dan asosiasi pengusaha disebut akan terus diperkuat guna mengawal implementasi mitigasi yang sudah dijanjikan.
Comments (0)