PELNI Gelontorkan Rp 4,5 Triliun untuk Tiga Kapal Baru, Armada Pertama Meluncur 2029

Jakarta, Terdepan.id – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) memastikan proyek pengadaan tiga kapal penumpang baru senilai Rp 4,5 triliun berjalan sesuai rencana. Direktur Utama PT PELNI (Persero

Jul 08, 2026 - 00:38
0 0
PELNI Gelontorkan Rp 4,5 Triliun untuk Tiga Kapal Baru, Armada Pertama Meluncur 2029

Jakarta, Terdepan.id – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) memastikan proyek pengadaan tiga kapal penumpang baru senilai Rp 4,5 triliun berjalan sesuai rencana. Direktur Utama PT PELNI (Persero) Budy Setyawan Wijaya mengungkapkan bahwa armada pertama ditargetkan mulai beroperasi pada 2029, menandai langkah besar modernisasi armada kapal milik negara yang mayoritas usianya telah melampaui 40 tahun.

Investasi Jumbo dari Kombinasi Dana Negara dan Internal

Proyek ambisius ini dibiayai melalui dua sumber utama. Sebesar Rp 4 triliun berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) yang disetujui pemerintah, sedangkan sisanya Rp 500 miliar dialokasikan dari kas internal perusahaan. Budy menjelaskan bahwa kebutuhan mendesak akan kapal baru muncul karena banyak armada PELNI yang meskipun secara teknis masih layak berlayar, kian sering mengalami kendala operasional yang berdampak pada efisiensi dan keandalan layanan.

"Kita akan lakukan pengadaan tiga kapal penumpang baru. Karena memang kapal-kapal kami banyak yang sudah di atas 40 tahun. Meskipun secara kelayakan teknis masih berjalan, tapi mengingat umur pasti akan ada kendala-kendala operasional, sehingga menjadi tidak efisien. Nah ini kita targetkan di tahun ini akan ada pengadaan kapal penumpang baru," ujar Budy dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR, Rabu (24/6/2026).

Modernisasi untuk Tingkatkan Layanan Publik

Tiga kapal baru tersebut nantinya akan dioperasikan pada rute-rute yang selama ini dilayani oleh kapal-kapal tua berstatus PSO (Public Service Obligation). Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan dan keselamatan penumpang, sekaligus mengurangi biaya perawatan yang membengkak akibat usia armada yang sepuh. PELNI menilai, tanpa penyegaran armada, perusahaan akan terus terbebani risiko operasional yang tinggi dan berpotensi mengganggu konektivitas antar-pulau yang menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat di wilayah terpencil.

Budy menegaskan bahwa percepatan pengadaan ini merupakan wujud nyata komitmen manajemen dalam merespons kebutuhan angkutan laut nasional. Proses lelang dan konstruksi kapal diproyeksikan berlangsung dalam beberapa tahun ke depan, dengan pengawasan ketat agar tidak terjadi pembengkakan biaya atau keterlambatan jadwal. Jika sesuai rencana, pada 2029 publik sudah bisa menikmati layanan kapal baru yang lebih modern, hemat energi, dan ramah lingkungan.

Pemerintah berharap suntikan PMN tidak hanya berdampak pada modernisasi alat produksi, tetapi juga turut menggerakkan industri perkapalan dalam negeri. Sebab, sebagian komponen kapal diharapkan dapat diproduksi oleh galangan lokal, membuka lapangan kerja dan menguatkan rantai pasok maritim nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lidia-susanto

Editor Ekonomi Digital. Editor transformasi digital dan ekonomi digital.

Comments (0)

User