Pangkas Jalur Tengkulak, Menko Pangan Siapkan Koperasi Desa Jadi Off-Taker Hasil Nelayan

Jakarta, Terdepan.id – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) membeberkan strategi besar pemerintah dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat pesisir dan pedesaan. Dalam k

Jul 08, 2026 - 05:00
0 0
Pangkas Jalur Tengkulak, Menko Pangan Siapkan Koperasi Desa Jadi Off-Taker Hasil Nelayan

Jakarta, Terdepan.id – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) membeberkan strategi besar pemerintah dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat pesisir dan pedesaan. Dalam keterangannya, Zulhas menyebut koperasi desa yang tengah digarap pemerintah akan diberi peran vital sebagai pembeli tetap atau off-taker hasil tangkapan nelayan. Langkah ini digadang-gadang menjadi solusi untuk memutus rantai distribusi yang selama ini dikuasai tengkulak.

Koperasi Desa Merah Putih, demikian konsep yang disiapkan, bukan sekadar badan usaha biasa. Pemerintah ingin lembaga ini hadir sebagai penyangga harga sekaligus pemberi kepastian pasar bagi nelayan dan petani. Zulhas menyoroti ironi yang kerap terjadi di lapangan—nelayan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sejumlah wilayah lain harus menjual hasil jerih payahnya dengan harga sangat murah ke tengkulak, sementara harga ikan di perkotaan tetap tinggi. Kondisi ini, menurut Zulhas, menciptakan lingkaran setan yang membuat produsen sektor pangan tak kunjung lepas dari jerat kerugian.

"Kehadiran tengkulak ini justru membuat petani dan nelayan tidak berkembang. Mereka terus terjebak dalam posisi tawar yang lemah," ujar Zulhas dalam paparannya.

Untuk menjawab persoalan struktural itu, pemerintah tak hanya menyiapkan kelembagaan koperasi, tetapi juga menginisiasi pembangunan kampung nelayan. Di kawasan tersebut, pemerintah akan memfasilitasi nelayan agar mampu mendistribusikan tangkapannya secara langsung ke berbagai daerah. Koperasi Desa Merah Putih akan bertindak sebagai garda depan yang membeli ikan dari nelayan dengan harga wajar, lalu menyuplai ke masyarakat—memangkas banyaknya perantara yang selama ini memakan margin besar.

Skema ini diyakini mampu menyeimbangkan rantai pasok pangan dari hulu ke hilir. Di sisi nelayan, mereka mendapatkan harga jual yang lebih adil dan kepastian pembeli. Di sisi konsumen, harga ikan bisa lebih stabil dan terjangkau karena mata rantai distribusi yang panjang dipersingkat. Koperasi Desa Merah Putih juga akan dilengkapi dengan fasilitas penyimpanan dan pengolahan sederhana untuk menjaga kualitas hasil tangkapan sebelum disalurkan ke pasar.

Pengamat ekonomi pangan menyambut baik inisiatif ini, meski mengingatkan bahwa keberhasilannya sangat bergantung pada tata kelola koperasi yang profesional dan adanya pendampingan berkelanjutan. Tanpa manajemen yang solid, risiko penyimpangan atau ketidakefisienan di tubuh koperasi bisa menggagalkan misi mulia memutus dominasi tengkulak. Pemerintah diharapkan tidak hanya fokus pada pembangunan fisik kampung nelayan, tetapi juga memperkuat kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa agar koperasi benar-benar menjadi kekuatan ekonomi yang mensejahterakan anggotanya.

Dari pantauan media kami, rencana ini merupakan bagian dari strategi besar penguatan ketahanan pangan nasional yang tengah diprioritaskan kabinet. Dengan menjadikan koperasi desa sebagai off-taker, pemerintah berupaya menciptakan ekosistem yang lebih berkeadilan bagi para produsen pangan di akar rumput—para nelayan dan petani kecil yang selama ini menjadi tumpuan namun kerap terabaikan dalam rantai ekonomi yang timpang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lidia-susanto

Editor Ekonomi Digital. Editor transformasi digital dan ekonomi digital.

Comments (0)

User