Mengubah "Beban" Jadi "Aset", Menpora Dorong Olahraga Jadi Motor Pendapatan Nasional

Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kini tengah menginisiasi pergeseran besar dalam cara pandang terhadap industri olahraga di Tanah Air. Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick

Jul 08, 2026 - 08:56
0 0
Mengubah "Beban" Jadi "Aset", Menpora Dorong Olahraga Jadi Motor Pendapatan Nasional
Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kini tengah menginisiasi pergeseran besar dalam cara pandang terhadap industri olahraga di Tanah Air. Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, secara lugas menyatakan waktunya meninggalkan pemikiran lama yang kerap menempatkan aktivitas keolahragaan semata-mata sebagai pos pengeluaran, dan mulai memperlakukannya sebagai peluang bisnis sekaligus alat diplomasi bangsa. Dalam paparannya mengenai perkembangan program prioritas dan penguatan ekosistem olahraga nasional 2026, Erick menegaskan bahwa olahraga bukan lagi sekadar kegiatan seremonial atau sekadar mencari prestasi yang menghabiskan anggaran. Paradigma yang sedang coba ditanamkan pihaknya bersama jajaran pemangku kepentingan adalah melihat sektor ini sebagai celah pendapatan yang masif. Ia menyoroti bagaimana olahraga modern kini menjelma menjadi *revenue opportunity* (potensi pendapatan) dan sarana efektif untuk *national branding* (pencitraan negara) di mata global. "Selama ini persepsi yang terbangun, olahraga itu pasti selalu identik dengan biaya atau beban. Padahal, kalau kita lihat potensinya, industri ini bisa jadi sumber pemasukan yang luar biasa dan mengangkat nama Indonesia. Inilah paradigma yang sedang kami coba samakan pola pikirnya dengan semua *stakeholders*," ujar Erick menegaskan visi besarnya. Pemerintah melihat perlunya sinkronisasi pemikiran di seluruh lini, mulai dari pemerintah daerah, sektor swasta, hingga federasi olahraga. Dengan menempatkan olahraga sebagai industri, bukan tidak mungkin gelaran akbar seperti PON atau event internasional lainnya tidak selamanya bergantung pada suntikan dana APBN/APBD, melainkan mampu berputar secara mandiri melalui hak siar, *merchandise*, tiket, hingga sektor pariwisata olahraga. Langkah strategis ini sejalan dengan upaya membangun sportainment di Indonesia, di mana pertandingan tidak hanya menjadi ajang adu fisik, tetapi juga tontonan hiburan bernilai ekonomi tinggi. Untuk merealisasikan hal tersebut, Kemenpora berkomitmen mempercepat perbaikan tata kelola organisasi olahraga serta mendorong transparansi finansial agar investor lokal maupun asing tertarik menanamkan modalnya. Menurut Menpora, sudah saatnya prestasi olahraga tidak hanya diukur dari jumlah medali, tetapi juga dari seberapa besar kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi dan kebanggaan bangsa. Informasi lengkap mengenai arah kebijakan ini dihimpun dari laporan resmi yang diterima Terdepan.id.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
suwandi-tan

Editor Bisnis. Editor isu korporasi, M&A, dan sektor riil.

Comments (0)

User