Majelis Taklim di Bogor Kebakaran gegara HP Meledak Saat Dicas
Sebuah majelis taklim yang berada dalam kawasan pesantren di Jambu Luwuk, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, dilalap api pada Senin (6/7/2026). Peristiwa kebakaran tersebut diduga dipicu oleh korsleti
Sebuah majelis taklim yang berada dalam kawasan pesantren di Jambu Luwuk, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, dilalap api pada Senin (6/7/2026). Peristiwa kebakaran tersebut diduga dipicu oleh korsleting listrik yang berasal dari sebuah handphone yang meledak saat tengah diisi daya. Kejadian ini mengakibatkan kerugian material yang cukup signifikan meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Kobong Majelis Taklim Ludes Terbakar
Berdasarkan laporan yang diterima redaksi Terdepan.id, api pertama kali terlihat dari sebuah ruangan yang digunakan sebagai majelis taklim atau yang biasa disebut kobong. Kobong tersebut merupakan bagian dari area pesantren di wilayah Jambu Luwuk. Api dengan cepat melalap bangunan yang sebagian besar terbuat dari material mudah terbakar sebelum akhirnya menjalar ke beberapa perabotan di dalamnya.
Warga sekitar yang menyadari adanya kepulan asap tebal segera berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, karena kobong sudah cukup besar dilalap api, warga kemudian melapor ke petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan. Tim pemadam kebakaran Kabupaten Bogor yang tiba di lokasi langsung berupaya mengendalikan api agar tidak meluas ke bangunan lain di sekitar pesantren.
"Objek terbakar majelis taklim atau kobong. Sumber api atau penyebab kebakaran konsleting listrik. Korban nihil, jumlah kerugian belum diketahui," ujar Kepala Dinas Kebakaran Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, kepada media kami pada Senin (6/7/2026).
HP Meledak saat Diisi Daya Jadi Pemicu
Penyelidikan awal yang dilakukan petugas memperkirakan bahwa sumber api berasal dari sebuah handphone yang meledak saat sedang diisi daya. Korsleting listrik dari peristiwa itu kemudian memicu percikan api yang membakar material-material di sekitarnya. Kondisi tersebut semakin diperparah oleh cuaca yang kering sehingga api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh isi kobong dalam waktu singkat.
Hingga saat ini, petugas masih melakukan pendataan lebih lanjut untuk menghitung total kerugian akibat kebakaran tersebut. Pihak pengurus pesantren dan warga setempat juga berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Mereka mengimbau agar seluruh pengguna perangkat elektronik, khususnya handphone, lebih berhati-hati saat mengisi daya dan tidak meninggalkan perangkat dalam kondisi pengisian daya dalam waktu lama atau tanpa pengawasan.
Comments (0)