Lautan Pelayat Sambut Kedatangan Jenazah Ali Khamenei di Kota Suci Qom
Qom – Kota suci Qom menjadi lautan duka yang tak terbendung saat jenazah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tiba pada Rabu (11/6) pagi. Ribuan pelayat yang telah menanti sejak subuh m
Qom – Kota suci Qom menjadi lautan duka yang tak terbendung saat jenazah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tiba pada Rabu (11/6) pagi. Ribuan pelayat yang telah menanti sejak subuh memadati sepanjang jalan menuju Haram Sayyidah Fatimah Ma'sumah, tempat jenazah akan disemayamkan untuk prosesi penghormatan terakhir. Kedatangan pesawat khusus yang membawa peti jenazah disambut isak tangis dan pekikan takbir yang menggema di langit Qom, menandai kepergian tokoh yang telah memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade.
Lautan Manusia dalam Balutan Duka Hitam
Matahari belum sepenuhnya terbit ketika warga mulai berdatangan dari berbagai penjuru kota dan provinsi tetangga. Mereka mengenakan pakaian serba hitam, sebagian membawa foto Khamenei dengan wajah yang tenang, sementara yang lain mengibarkan bendera Iran dan bendera hitam bertuliskan nama Allah. Jalan-jalan utama menuju pusat kota dialihkan sepenuhnya oleh aparat keamanan, mengubah jalur protokol menjadi arus manusia yang bergerak lambat mengikuti iring-iringan mobil jenazah.
Seorang pelayat paruh baya, Ahmad Reza, menyampaikan kepada laporan Terdepan.id di sela-sela prosesi, “Kami datang dari Kashan, mengendarai bus sewaan bersama warga desa. Beliau bukan sekadar pemimpin politik, tapi bapak spiritual kami semua.” Ungkapan serupa terlontar dari banyak peziarah yang rela menempuh perjalanan berjam-jam demi memberikan salam perpisahan.
“Ayatollah Khamenei adalah tiang kokoh revolusi. Kepergiannya memanggil kita untuk merapatkan barisan dan meneruskan perjuangan yang ia jaga sepanjang hayatnya.”
Simbol Keagungan Kota Suci
Dipilihnya Qom sebagai tempat persemayaman pertama bukanlah tanpa makna. Kota ini merupakan pusat studi Islam Syiah dan tempat kelahiran semangat revolusi Iran. Makam Sayyidah Ma'sumah, saudari Imam Ali ar-Ridha, menjadi lokasi ziarah utama yang kini juga menjadi saksi penghormatan terakhir bagi pemimpin yang akan dimakamkan di kompleks Mausoleum Imam Khomeini di Teheran selanjutnya. Ribuan ulama dan santri dari berbagai hawzah ikut membentuk barisan penghormatan, memanjatkan doa dan membacakan surah Yasin di sepanjang rute.
Keamanan Ketat dan Arus Lalu Lintas
Pihak berwenang menerapkan pengamanan berlapis mengingat tingginya intensitas pelayat. Jalan tol Teheran-Qom sempat ditutup selama iring-iringan melintas, sementara layanan kereta cepat antarkota menambah jadwal untuk mengakomodasi lonjakan penumpang. Tim medis darurat disiagakan di sejumlah titik untuk mengantisipasi pelayat yang pingsan akibat sesak dan cuaca yang mulai terik.
Setelah prosesi di Qom, jenazah akan diterbangkan kembali ke Teheran untuk dishalatkan di Masjid Agung Imam Khomeini dan kemudian dimakamkan di samping pendahulunya. Namun, momen di kota suci ini akan dikenang sebagai puncak ekspresi cinta rakyat Iran yang tumpah bak air bah, menegaskan posisi Khamenei sebagai poros spiritual dan politik negeri para mullah.
Comments (0)