Krisis Mental Siswa India di Tengah Persaingan Ujian Ekstrem
Tekanan luar biasa membayangi perjalanan Nelima Patel, seorang pelajar berusia 18 tahun yang harus kembali duduk di bangku ujian masuk kedokteran National Eligibility cum Entrance Test (NEET) di Ahmed
Tekanan luar biasa membayangi perjalanan Nelima Patel, seorang pelajar berusia 18 tahun yang harus kembali duduk di bangku ujian masuk kedokteran National Eligibility cum Entrance Test (NEET) di Ahmedabad, India bagian barat. Kelelahan telah menggerogoti mentalnya bahkan sebelum lembar soal terhampar di hadapannya.
Ujian yang seharusnya menjadi penentu masa depan itu semula dijadwalkan pada awal Mei 2026. Namun, penyelenggaraannya mendadak dibatalkan setelah muncul dugaan kuat terjadinya kebocoran soal yang beredar luas. Keputusan pembatalan tersebut memaksa ribuan peserta seperti Patel untuk mengulang seluruh proses persiapan dari titik nol, sebuah siklus melelahkan yang memakan waktu, energi, dan stabilitas emosi.
"Secara mental itu sangat melelahkan, tetapi saya harus tetap fokus saat mengerjakan ujian," ujar Patel dalam sebuah laporan yang dikutip media kami. Ia menambahkan bahwa terlalu banyak persiapan yang harus dilaluinya, sebuah pernyataan singkat yang mencerminkan beratnya beban psikologis di balik kerasnya kompetisi akademik di India.
Insiden kebocoran soal NEET bukanlah hal yang asing dalam lanskap pendidikan India. Ujian masuk perguruan tinggi di negara tersebut kerap diwarnai kontroversi, mulai dari kecurangan massal hingga tekanan sistemik yang memicu krisis kesehatan mental di kalangan pelajar. Bagi banyak siswa, kegagalan bukan sekadar kehilangan kesempatan, melainkan aib sosial yang membebani nama keluarga.
Comments (0)