Korban Jiwa Gempa Kembar Venezuela Tembus 589, Tim SAR Berpacu dengan Waktu
Terdepan.id, Caracas - Jumlah korban tewas akibat gempa bumi kembar yang melanda Venezuela melonjak drastis menjadi 589 orang, menurut pengumuman terbaru yang disampaikan oleh pemerintah sementara. A
Terdepan.id, Caracas - Jumlah korban tewas akibat gempa bumi kembar yang melanda Venezuela melonjak drastis menjadi 589 orang, menurut pengumuman terbaru yang disampaikan oleh pemerintah sementara. Angka ini meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan data sebelumnya yang mencatat 235 korban jiwa. Tragedi ini terus mengguncang negara tersebut seiring dengan upaya evakuasi yang masih berlangsung di tengah puing-puing bangunan yang runtuh.
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, menyampaikan perkembangan terkini ini dalam sebuah pertemuan yang disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi nasional pada Jumat (26/6/2026). Rodriguez menegaskan bahwa proses pencarian korban selamat masih terus dilakukan oleh tim gabungan di lokasi terdampak, dengan harapan dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa.
Upaya Penyelamatan Terus Diintensifkan
Berdasarkan laporan yang dihimpun Terdepan.id, tim penyelamat gabungan yang terdiri dari personel militer, pemadam kebakaran, dan relawan kemanusiaan bekerja tanpa henti di sejumlah titik rawan. Mereka berpacu dengan waktu untuk menemukan korban selamat yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan. Gempa kembar yang terjadi dalam selang waktu singkat ini mengakibatkan kerusakan yang sangat parah di beberapa kota, merobohkan ribuan bangunan, dan memutus akses transportasi darat di banyak wilayah.
Kondisi di lapangan digambarkan sangat memilukan. Banyak keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan masih menunggu kabar dari anggota keluarga yang belum ditemukan. Pemerintah Venezuela telah mendirikan posko darurat dan tenda pengungsian untuk menampung para korban yang selamat, serta mendistribusikan bantuan logistik dan medis ke daerah-daerah yang paling parah terkena dampak.
"Sayangnya, sekarang ada 589 orang yang meninggal," kata Rodriguez di hadapan para pejabat militer dan sipil yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Rodriguez menambahkan bahwa pemerintah mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk mempercepat operasi kemanusiaan. Meski demikian, tantangan terbesar masih terletak pada akses menuju lokasi-lokasi terpencil yang terhambat oleh longsor dan infrastruktur yang rusak berat. Tim penyelamat harus menerobos medan sulit dengan peralatan berat dan tim medis darurat, sementara gempa susulan masih mungkin terjadi dan menambah risiko di lapangan.
Hingga saat ini, harapan untuk menemukan korban selamat masih tetap ada seiring dengan semakin banyaknya bantuan yang berdatangan, baik dari dalam negeri maupun dari komunitas internasional. Beberapa negara tetangga telah mengirimkan tim SAR dan perlengkapan darurat untuk memperkuat misi kemanusiaan di Venezuela. Tragedi gempa kembar ini menjadi salah satu bencana alam paling mematikan yang melanda kawasan tersebut dalam satu dekade terakhir, dan proses pemulihan diperkirakan akan berlangsung panjang serta membutuhkan dukungan luas dari berbagai pihak.
Comments (0)