Kolaborasi Kemenimipas dan Kemenkes Hadirkan Layanan Cek TBC Gratis untuk Warga Binaan di Seluruh Indonesia

Pemerintah melalui Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) secara resmi meluncurkan program nasional pengecekan tuberkulosis (TBC) gratis bagi s

Jul 08, 2026 - 18:33
0 1
Kolaborasi Kemenimipas dan Kemenkes Hadirkan Layanan Cek TBC Gratis untuk Warga Binaan di Seluruh Indonesia

Pemerintah melalui Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) secara resmi meluncurkan program nasional pengecekan tuberkulosis (TBC) gratis bagi seluruh warga binaan pemasyarakatan di Indonesia. Peluncuran program ini ditandai dengan kick off nasional yang berlangsung di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, pada Senin (29/6/2026).

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi lintas kementerian dalam mendukung upaya pemerintah untuk mendeteksi dini berbagai penyakit serta mempercepat eliminasi TBC di Indonesia. "Hari ini kita dapat berkumpul dalam kegiatan kick off nasional cek kesehatan gratis dan skrining tuberkulosis bagi warga binaan pemasyarakatan yang dilaksanakan pada tahun 2026," ujar Agus di hadapan peserta yang hadir.

Program ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya deteksi dini penyakit dan penuntasan TBC secara menyeluruh dengan target eliminasi pada tahun 2030.

Agus menegaskan bahwa layanan pengecekan TBC ini sepenuhnya gratis dan akan menjangkau seluruh warga binaan di lapas maupun rumah tahanan di berbagai wilayah Indonesia. Ia menekankan bahwa lingkungan pemasyarakatan memiliki risiko penularan yang cukup tinggi mengingat padatnya hunian dan terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan yang optimal. Oleh karena itu, deteksi dini melalui skrining massal menjadi langkah strategis yang tidak bisa ditunda.

Program skrining ini mencakup pemeriksaan gejala klinis, tes cepat molekuler, serta rontgen dada bagi warga binaan yang menunjukkan indikasi terinfeksi TBC. Kemenkes akan menyediakan tenaga kesehatan, alat diagnostik, dan obat-obatan yang diperlukan, sementara Kemenimipas bertanggung jawab dalam hal koordinasi, pendataan, dan fasilitasi di lapangan. Dengan sinergi ini, diharapkan seluruh warga binaan dapat terdata dan tertangani dengan baik.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berhenti pada tahap skrining. Warga binaan yang terdiagnosis positif TBC akan langsung mendapatkan pengobatan sesuai standar hingga tuntas. Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat sistem kesehatan di dalam fasilitas pemasyarakatan agar setara dengan layanan di masyarakat umum. Dengan demikian, saat warga binaan kembali ke lingkungan sosial, mereka tidak lagi membawa risiko penularan penyakit.

Sebagai informasi, Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara dengan beban TBC tertinggi di dunia, sehingga upaya kolaboratif seperti ini menjadi sangat krusial untuk menekan angka penularan. Lingkungan pemasyarakatan yang selama ini menjadi salah satu kantong penularan kini menjadi fokus intervensi agar target eliminasi TBC tahun 2030 dapat tercapai. Informasi lebih lengkap mengenai perkembangan program ini terus dipantau melalui laporan Terdepan.id.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lidia-susanto

Editor Ekonomi Digital. Editor transformasi digital dan ekonomi digital.

Comments (0)

User