KLH Pasang Pemantau Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin, Minta Warga Jaga Jarak

Tangerang – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bergerak cepat merespons kebakaran yang terus melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang. Sebagai langkah mitigasi, kemen

Jul 06, 2026 - 12:57
0 0
KLH Pasang Pemantau Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin, Minta Warga Jaga Jarak

Tangerang – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bergerak cepat merespons kebakaran yang terus melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang. Sebagai langkah mitigasi, kementerian memasang alat pemantau kualitas udara di sekitar lokasi untuk mengukur tingkat polusi secara langsung. Kebakaran yang telah berlangsung lebih dari lima hari itu menimbulkan kepulan asap pekat yang dikhawatirkan menyebar ke permukiman warga.

Strategi Pemantauan dan Kolaborasi Data

Berdasarkan laporan Tim Pemantau KLH di lapangan, alat yang terpasang mampu mendeteksi partikel berbahaya seperti PM2.5, karbon monoksida, dan zat polutan lainnya secara real-time. Data ini kemudian dielaborasi dengan informasi meteorologi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memproyeksikan pergerakan asap. Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menekankan bahwa pendekatan teknis ini penting agar rekomendasi perlindungan masyarakat berbasis bukti ilmiah.

Radius Aman dan Imbauan Langsung

Dari hasil analisis pemodelan yang mempertimbangkan konsentrasi PM2.5 dan faktor angin, KLH menetapkan jarak aman bagi warga. Masyarakat diminta tidak beraktivitas di luar ruangan dalam radius 1,7 kilometer dari pusat titik api. Angka ini bukan sekadar estimasi, melainkan hasil perhitungan dinamis yang diperbarui setiap hari mengikuti perkembangan situasi di TPA.

"Dari analisa data pantau (hingga 3 Juli malam) dan elaborasi data BMKG maka dengan simulasi pemodelan teknis parameter kunci PM2.5 yang berbahaya bagi pernafasan langsung/potensi penyebab ISPA, maka diperkirakan batas aman warga untuk berada di luar jarak (radius) 1,7 km dari titik pusat TPA Jatiwaringin," ujar Jumhur kepada Tim Terdepan.id, Minggu (5/7/2026).

PM2.5 merupakan partikel mikro yang dapat menembus saluran pernapasan terdalam, memicu Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) serta memperburuk kondisi bagi penderita asma atau penyakit paru kronis. Oleh karena itu, kementerian meminta warga di Desa Jatiwaringin dan sekitarnya untuk mengenakan masker N95 jika terpaksa keluar rumah, menutup rapat ventilasi, dan segera melapor jika muncul gejala sesak napas.

Penanganan Kebakaran Masih Berlangsung

Sementara itu, upaya pemadaman oleh Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang bersama relawan masih terkendala medan yang sulit dan tumpukan sampah yang mudah terbakar ulang. KLH pun menyiagakan posko kesehatan keliling untuk memberi layanan konsultasi dan pemeriksaan paru gratis bagi warga. "Kami akan terus perbarui data setiap 12 jam agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas dengan kondisi terkini," tambah Jumhur. Informasi resmi dapat diakses melalui kanal media sosial KLH dan laporan Terdepan.id yang akan terus memantau perkembangan kebakaran ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fahmi-reza

Reporter Startup. Reporter startup dan ekosistem pendanaan.

Comments (0)

User