Keterpurukan Finansial PMMP, Emiten Terkait Kaesang Pangarep, Terjerat Utang Perbankan Hingga Ratusan Miliar

Kondisi keuangan PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), emiten yang memiliki afiliasi dengan putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, tengah berada dalam sorotan. Perusahaan pengolahan u

Jul 08, 2026 - 00:23
0 0
Keterpurukan Finansial PMMP, Emiten Terkait Kaesang Pangarep, Terjerat Utang Perbankan Hingga Ratusan Miliar

Kondisi keuangan PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), emiten yang memiliki afiliasi dengan putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, tengah berada dalam sorotan. Perusahaan pengolahan udang beku ini dilaporkan mengalami tekanan likuiditas yang signifikan, ditandai dengan menumpuknya kewajiban kepada sejumlah kreditur, khususnya dari sektor perbankan.

Rincian Utang yang Membengkak

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, total liabilitas PMMP kepada lembaga keuangan mencapai angka yang fantastis. Posisi kreditur terbesar ditempati oleh PT Bank Permata Tbk dengan nilai outstanding mencapai US$ 53,12 juta. Jika dikonversikan menggunakan kurs rupiah terkini di level Rp 17.948 per dolar AS, jumlah tersebut setara dengan sekitar Rp 953,39 miliar. Tidak hanya itu, Bank Permata juga mencatatkan adanya fasilitas tambahan yang diberikan kepada perseroan senilai Rp 5,49 miliar.

Di posisi kedua, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memiliki eksposur yang juga tergolong jumbo. Tercatat outstanding utang PMMP kepada bank swasta terbesar di Indonesia tersebut mencapai US$ 40,29 juta atau sekitar Rp 723,04 miliar. Sementara itu, Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor (LPEI) turut menjadi kreditur signifikan dengan nilai pinjaman sebesar US$ 30,71 juta, yang dalam mata uang rupiah setara dengan Rp 551,15 miliar.

Total Kewajiban yang Menggunung

Daftar panjang kreditur PMMP bertambah dengan PT Bank SMBC Indonesia Tbk yang mencatatkan outstanding utang sebesar US$ 22,80 juta atau sekitar Rp 409,12 miliar. Jika diakumulasikan, keempat kreditur utama tersebut memiliki total eksposur yang sangat besar, menempatkan PMMP dalam posisi keuangan yang sangat rentan.

Permasalahan finansial yang mendera perusahaan ini memunculkan pertanyaan serius mengenai keberlanjutan bisnis serta kemampuan perseroan dalam memenuhi kewajibannya. Hingga saat ini, manajemen PMMP belum memberikan pernyataan resmi terkait strategi penyehatan keuangan yang akan ditempuh. Pengamat pasar modal menilai, dengan beban utang yang masif, perseroan membutuhkan langkah restrukturisasi yang agresif untuk menghindari potensi gagal bayar yang dapat merugikan para pemangku kepentingan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
grace-winata

Editor Investasi. Editor panduan investasi dan produk finansial.

Comments (0)

User