Kepolisian Gelar Bakti Kesehatan Nasional 2026, Layanan Medis Gratis Menjangkau Seluruh Indonesia
Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia menggelar puncak kegiatan Bakti Kesehatan 2026 secara serentak di seluruh wilayah Indonesia, Selasa (23/6). Kegiatan ini menyediakan beragam layanan m
Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia menggelar puncak kegiatan Bakti Kesehatan 2026 secara serentak di seluruh wilayah Indonesia, Selasa (23/6). Kegiatan ini menyediakan beragam layanan medis mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, penanganan spesialis, hingga tindakan operasi tanpa biaya, sebagai bentuk pengabdian Polri menyambut peringatan Hari Bhayangkara ke‑80.
Dari data yang dihimpun Terdepan.id, pusat kegiatan di Sespolwan Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Turut mendampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, sejumlah pejabat utama Mabes Polri, serta pimpinan BPJS Kesehatan.
Penyelenggaraan bakti kesehatan ini merupakan komitmen Polri untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya yang kesulitan menjangkau fasilitas medis. Rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak beberapa pekan sebelumnya di berbagai daerah, dan hari ini menjadi puncak mobilisasi tenaga kesehatan dan peralatan pendukung secara nasional.
Layanan Mulai dari Cek Tekanan Darah hingga Operasi Katarak
Di lapangan, masyarakat dapat memeriksa tekanan darah, gula darah, dan kolesterol secara gratis. Tidak hanya itu, tersedia pula layanan spesialis seperti bedah minor, konsultasi penyakit dalam, dan operasi katarak yang menjadi sasaran utama mengingat tingginya angka gangguan penglihatan di kalangan warga kurang mampu. Polri bersama Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan memastikan standar pelayanan tetap mengikuti protokol medis ketat agar peserta merasa aman dan nyaman.
“Hari ini kami bersama seluruh jajaran di Indonesia secara serentak melaksanakan puncak dari kegiatan bakti kesehatan tahun 2026. Ini adalah wujud nyata bahwa Polri hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga menjadi bagian dari solusi kesejahteraan rakyat,” ujar Jenderal Sigit di sela kegiatan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam sambutannya mengapresiasi sinergi lintas sektor yang telah terjalin. Menurutnya, model kolaborasi semacam ini mampu mempercepat penurunan angka penyakit yang sebenarnya bisa dicegah melalui deteksi dini dan pengobatan dasar. Ia juga menegaskan bahwa Kementerian Kesehatan akan terus mendukung program bakti kesehatan melalui penyediaan obat‑obatan, tenaga relawan dokter spesialis, dan distribusi alat kesehatan.
Sementara itu, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menyatakan bahwa keterlibatan pekerja dan serikat buruh dalam bakti kesehatan ini membuktikan kepedulian terhadap kesejahteraan anggota dan keluarganya. Ribuan buruh yang tergabung dalam serikat turut mendapatkan layanan tanpa harus meninggalkan jam kerja yang berharga.
Kegiatan yang berpusat di Sespolwan Lemdiklat ini diikuti oleh seluruh Polda, Polres, hingga Polsek melalui panggung serupa yang disiarkan secara virtual. Para Kapolda melaporkan antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang mendaftar sejak pagi hari. Tim medis gabungan dari Polri, dinas kesehatan daerah, dan relawan rumah sakit dikerahkan untuk menangani ribuan pasien.
Selain layanan medis, pada lokasi yang sama juga diselenggarakan penyuluhan kesehatan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pentingnya imunisasi anak, serta cara mencegah penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes. Masyarakat yang datang pun mendapat vitamin, suplemen, dan masker secara cuma‑cuma. Bagi pasien yang membutuhkan tindakan lanjutan, Polri bersama BPJS Kesehatan langsung memfasilitasi rujukan ke rumah sakit terdekat tanpa kendala biaya.
Puncak Bakti Kesehatan 2026 ini sekaligus menjadi bagian dari operasi kemanusiaan yang diusung Polri dalam beberapa tahun terakhir, mengikuti jejak keberhasilan program serupa di masa pandemi. Diharapkan, melalui upaya masif ini, semakin banyak warga yang memahami pentingnya menjaga kesehatan serta mudah mengakses fasilitas pengobatan yang layak. Kegiatan akan terus dipantau untuk memastikan seluruh target layanan tercapai dan dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat hingga pelosok negeri.
Comments (0)