Kebakaran Toko Material di Karet Kuningan Jakarta Selatan Padam, Kerugian Capai Rp 1,2 Miliar

Sebuah toko material yang terletak di kawasan Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, dilanda kebakaran hebat pada Selasa (23/6/2026). Beruntung, si jago merah akhirnya berhasil dipadamkan setela

Jul 06, 2026 - 13:59
0 0
Kebakaran Toko Material di Karet Kuningan Jakarta Selatan Padam, Kerugian Capai Rp 1,2 Miliar

Sebuah toko material yang terletak di kawasan Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, dilanda kebakaran hebat pada Selasa (23/6/2026). Beruntung, si jago merah akhirnya berhasil dipadamkan setelah petugas pemadam kebakaran (damkar) mengerahkan seluruh upaya. Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Asril Rizal, mengonfirmasi bahwa api telah sepenuhnya padam dan saat ini dalam tahap pendinginan.

Menurut laporan yang diterima Terdepan.id, lokasi yang terbakar adalah sebuah bangunan tiga lantai yang difungsikan sebagai gudang material. "Objek yang terbakar adalah toko material. Bangunannya tiga lantai dan merupakan gudang material," ujar Asril Rizal saat dihubungi media kami. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa atau luka-luka dalam peristiwa ini, namun kerugian materi ditaksir mencapai angka yang cukup besar, yaitu sekitar Rp 1,2 miliar.

Kronologi Pemadaman

Informasi awal yang diperoleh Tim Terdepan.id di lapangan menyebutkan bahwa kebakaran pertama kali diketahui sekitar dini hari. Asap tebal membubung tinggi dari lokasi kejadian, sempat membuat panik warga sekitar. Unit damkar segera dikerahkan ke lokasi, berjuang melawan kobaran api yang dengan cepat melahap material bangunan dan barang-barang yang mudah terbakar di dalam gudang.

Asril Rizal menjelaskan bahwa proses pemadaman sempat terkendala akses jalan yang sempit dan tumpukan material yang memblokir beberapa titik. Meski begitu, puluhan personel dan armada dikerahkan hingga akhirnya api bisa dikendalikan sepenuhnya. "Kami kerahkan sekitar 15 unit mobil pemadam dan 70 personel untuk memastikan api tidak merembet ke bangunan lain," kata Asril menambahkan. Hingga menjelang siang, petugas masih melakukan penyemprotan air untuk mencegah munculnya titik api baru.

Kerugian Material dan Investigasi Awal

Kerugian awal yang dihitung oleh pihak berwenang mencapai sekitar Rp 1,2 miliar, meliputi kerusakan bangunan dan seluruh stok material yang ada di dalamnya. Toko material tersebut menyimpan berbagai bahan bangunan seperti kayu, cat, hingga peralatan listrik yang sebagian besar hangus terbakar.

Meski api telah padam, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan petugas. "Tim investigasi masih bekerja mengumpulkan bukti dan keterangan saksi untuk menentukan sumber api," jelas Asril. Sejauh ini, dugaan sementara mengarah pada hubungan arus pendek listrik, namun pihak Gulkarmat belum bisa memastikan hingga hasil penyelidikan keluar.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya standar keamanan bangunan, terutama untuk lokasi penyimpanan material yang rawan terbakar. Pihak berwenang mengimbau para pemilik usaha sejenis untuk rutin memeriksa instalasi listrik dan menyediakan alat pemadam kebakaran yang memadai. Warga sekitar juga diimbau untuk tetap tenang dan segera melapor jika melihat potensi bahaya serupa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
toni-kurniadi

Reporter Fintech. Reporter fintech dan pembayaran digital.

Comments (0)

User