Jakarta, Terdepan.id – Upaya membentuk generasi unggul sejak usia dini kian mendapat perhatian serius. Kementerian So

Rencana kolaborasi itu mengemuka dalam pertemuan antara Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono dan Komandan Jenderal Letjen Bambang Ari Novian di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, hari ini.

Jul 08, 2026 - 05:39
0 0
Jakarta, Terdepan.id  – Upaya membentuk generasi unggul sejak usia dini kian mendapat perhatian serius. Kementerian So

Rencana kolaborasi itu mengemuka dalam pertemuan antara Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono dan Komandan Jenderal Letjen Bambang Ari Novian di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, hari ini. Dalam skema yang disiapkan, setiap lima taruna akan bertanggung jawab terhadap satu sekolah dasar, sehingga pendampingan dapat berjalan intensif dan menyentuh kebutuhan individual siswa. Mereka tidak sekadar mengajar baris-berbaris, tetapi juga menuntun anak-anak dalam hal-hal fundamental seperti cara merapikan pakaian, menata kamar asrama, hingga membangun kebiasaan hidup bersih dan teratur.

Disiplin ala Militer untuk Karakter Anak Bangsa

Pendekatan ala militer yang diadaptasi ke dalam dunia pendidikan dasar ini diyakini akan menjadi fondasi kuat bagi pembentukan karakter. Para taruna, yang telah ditempa dengan nilai-nilai kepemimpinan dan kedisplinan selama mengenyam pendidikan di Akmil, diharapkan dapat menularkan semangat itu kepada para siswa Sekolah Rakyat. Program ini juga menjadi wujud nyata dari sinergi antarlembaga negara dalam menjawab tantangan sosial di tengah masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan role model yang tidak hanya memerintah, tetapi juga memberi contoh langsung. Taruna adalah sosok muda yang energik, disiplin, dan nasionalis. Mereka akan menjadi kakak pembina yang membimbing siswa dalam keseharian di asrama,” ujar Wamensos Agus Jabo Priyono di sela-sela pertemuan, seperti dikutip dari laporan media kami.

Lebih dari sekadar kegiatan fisik, pendampingan oleh taruna Akmil ini dirancang untuk mengisi ruang pembentukan mental dan karakter yang sering kali luput dari kurikulum reguler. Anak-anak di Sekolah Rakyat, yang notabene berasal dari kalangan tidak mampu, membutuhkan sentuhan pembinaan yang lebih personal dan berkelanjutan. Dengan kehadiran para taruna, nilai-nilai seperti keberanian, kerja sama, kemandirian, dan cinta Tanah Air akan ditanamkan sejak dini.

Letjen Bambang Ari Novian menegaskan komitmen TNI dalam program ini. Ia menyebut bahwa pengerahan seribu taruna merupakan bagian dari operasi bhakti yang menyasar bidang pendidikan karakter. “Ini adalah investasi jangka panjang bagi bangsa. Kami siap mem-backup penuh program Kemensos,” ungkapnya. Informasi tersebut dihimpun dari laporan resmi media kami yang memantau langsung perkembangan rencana kolaborasi ini.

Pilot project program kemitraan TNI–Kemensos ini akan segera dimulai dalam beberapa pekan ke depan, dengan menyasar sejumlah Sekolah Rakyat yang telah beroperasi di berbagai daerah. Para pengelola sekolah menyambut positif rencana ini, mengingat selama ini mereka kerap kesulitan merekrut tenaga pembina asrama yang memiliki kapasitas dalam pengembangan karakter berbasis disiplin. Melalui sentuhan ala militer yang humanis, diharapkan lahir siswa-siswa Sekolah Rakyat yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh dalam bersikap.

Kolaborasi ini juga menjadi jawaban atas berbagai catatan evaluasi yang menyebutkan bahwa pembinaan di Sekolah Rakyat masih memerlukan penguatan pada sisi non-akademik. Dengan terjunnya para taruna, Kemensos meyakini tingkat kedisiplinan siswa akan meningkat, sekaligus menekan potensi kenakalan dan perilaku negatif di lingkungan asrama. Program ini menjadi babak baru dalam upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan yang memanusiakan dan membangun karakter.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lidia-susanto

Editor Ekonomi Digital. Editor transformasi digital dan ekonomi digital.

Comments (0)

User